detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 12:35 WIB

Oxford Beri Penghargaan Benny Wenda, Inggris Tegaskan Dukung NKRI

Danu Damarjati - detikNews
Oxford Beri Penghargaan Benny Wenda, Inggris Tegaskan Dukung NKRI Foto ilustrasi (Getty Images)
Jakarta - Sikap Pemerintah Inggris berbeda dengan Dewan Kota Oxford. Meski Dewan Kota Oxford memberi penghargaan kepada tokoh separatis Benny Wenda, namun Pemerintah Inggris menyatakan tetap mendukung NKRI.

"Keberadaan Benny Wenda di Inggris bukan berarti bahwa Pemerintah Inggris mendukung posisinya mengenai kedaulatan Papua," demikian keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri Inggris, dilansir detikcom dari situs resmi Pemerintah Inggris, Kamis (18/7/2019).



Mereka menjelaskan, penghargaan dari Dewan Kota Oxford ke Benny tidak berpengaruh terhadpa kebijakan Pemerintah Inggris. Dewan lokal secara politik bersifat independen dari Pemerintah Pusat.

"Kementerian Luar Negeri Inggris ingin menggarisbawahi bahwa tidak ada perubahan posisi mengenai Papua yang selama ini dipegang Pemerintah Inggris. Kami mendukung integritas teritorial Indonesia dan mengakui Papua sebagai sebuah bagian keutuhan Indonesia," kata mereka.



Kementerian Luar Negeri Inggris mendukung pemerintah Indonesia memenuhi kebutuhan masyarakat Papua, termasuk perlindungan hak asasi manusianya. Inggris juga mendukung pemerintah Indonesia memastikan masyarakat Papua memperoleh manfaat dari pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

"Pejabat dari Kedutaan Besar Inggris melakukan kunjungan ke Papua secara rutin dan bertemu dengan berbagai unsur pemerintahan, LSM dan kelompok kepentingan," kata Kementerian Luar Negeri Inggris.

Oxford Beri Penghargaan Benny Wenda, Inggris Tegaskan Dukung NKRIFoto: Benny Wenda (BBC Indonesia)

Dilansir secara terpisah dari keterangan resmi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London, Pemerintah Indonesia memahami sikap Pemerintah Inggris. Pemerintah Indonesia akan tetap tegas terhadap gerakan separatisme.

"Pemerintah Indonesia mencatat pernyataan tegas Pemerintah Inggris yang mendukung penuh kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan bahwa pemberian penghargaan tersebut tidak mewakili posisi Pemerintah Inggris. Pemerintah Indonesia menghargai sikap Inggris yang tetap menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Republik Indonesia, dan pengakuan bahwa Papua adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia. Posisi Indonesia terhadap gerakan separatisme akan tetap tegas. Indonesia tidak akan mundur satu senti pun untuk menegakkan NKRI," demikian keterangan KBRI London.



Dilansir BBC, Benny adalah pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP). Dia mendapat suaka politik di Inggris pada 2002 dan membuka kantor gerakan Papua merdeka di Oxford pada 2013.

ULMWP di bawah Benny Wenda mengklaim telah menyatukan tiga kelompok bersenjata di Papua. Namun, awal Juli lalu, Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah klaim Benny Wenda bahwa dia telah menyatukan tiga kelompok bersenjata, termasuk TPNBP/OPM.



Simak Video "AI-DA, Si Robot Multitalenta Ciptaan Universitas Oxford"
[Gambas:Video 20detik]

(dnu/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed