detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 12:12 WIB

Tanggapan Polisi soal Praperadilan Ganti Rugi Pengamen Korban Salah Tangkap

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Tanggapan Polisi soal Praperadilan Ganti Rugi Pengamen Korban Salah Tangkap Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Empat pengamen Cipulir yang menjadi korban salah tangkap mem-praperadilan-kan kapolda Metro Jaya, Kajati DKI Jakarta hingga Menteri Keuangan RI untuk meminta ganti rugi. Bagaimana tanggapan polisi terkait praperadilan tersebut?

"Polisi telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus itu. Bukti formil dan materil telah dipenuhi, terbukti berkas perkara dinyatakan lengkap oleh JPU dan dilakukan sidang tingkat 1 bahwa pelaku dinyatakan bersalah dan divonis," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (18/7/2019).

Argo mengatakan polisi sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku. Tugas penyidik juga sudah dinyatakan lengkap saat berkas perkara dan tersangka beserta barang buktinya diserahkan ke Kejaksaan.

"Tugas penyidik saat berkas perkara sudah dinyatakan lengkap saat penyerahan tersangka dan barang bukti. Hakim memvonis jadi proses penyidikan tindak pidana sudah selesai dilakukan," ungkap Argo.



Sebelumnya diketahui, sebanyak 4 orang pengamen Cipulir mengajukan gugatan praperadilan ganti rugi ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan karena menjadi korban salah tangkap. Sidang perkara itu sejatinya digelar pada Rabu 17 Juli lalu dengan agenda pembacaan permohonan, namun ditunda karena pihak pemohon yang diwakili LBH Jakarta tidak membawa surat formalitas.

Adapun keempat pengamen itu adalah Fikri, Fatahillah, Ucok, Pau. Berdasarkan putusan MA nomor 131 PK/pid.sus/2016 keempat pengamen itu dinyatakan tidak bersalah. Keempatnya merasa dirugikan karena sudah ditahan selama 3 tahun atas perbuatan yang tak pernah dilakukan.

"Alasannya karena memang pada saat klien kami dinyatakan tak bersalah ditingkat putasan MA maka ada hak mengganti kerugian. Klien kami selama ini jadi tidak sekolah ada yang ngamen dan mata pencahariannya tidak bisa didapatkan selama dipenjara," kata kuasa hukum dari LBH Jakarta, Oky Wiratam.



Simak Video "Akibat Salah Tangkap, Pengamen Cipulir Rugi Rp 139 Juta"
[Gambas:Video 20detik]

(sam/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com