detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 12:09 WIB

Bolak-balik Direlokasi, Pengungsi Gempa Sigi Mengeluh

Mohammad Qadri - detikNews
Bolak-balik Direlokasi, Pengungsi Gempa Sigi Mengeluh Foto: Pengungsi gempa dan likuefaksi di Sigi (Qadri-detik)
Palu - Ratusan jiwa korban bencana gempa dan likuefaksi di wilayah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, bingung dengan pemda setempat. Mereka sebelumnya menempati hunian sementara Desa Pombewe lalu direlokasi Pemda ke Desa Jono oge karena masuk zona merah.

Setelah menempati hunian sementara (huntara) di Desa Pombewe, kini 528 pengungsi mau direlokasi lagi alasannya pun sama yaitu karena masuk zona merah. Padahal, mereka dipindah dari Pombewe ke Jono Oge agar dapat mengungsi dengan aman.



"Warga dengar langsung arahan Menkopolhukam Wiranto waktu berkunjung ke Sigi, bahwa kawasan Zona Merah tidak bisa ditempati, terus kenapa pemerintah melalui Camat Biromaru meminta untuk lokasi Huntara Desa Pombewe dikosongkan dan dipindahkan ke Desa Jono Oge, sementara lokasi tersebut adalah zona merah,"kata Ketua Forum Bencana Jono Oge Ridwan Yangge, saat ditemui di lokasi Huntara Desa Pombewe, Rabu (18/7/2019).

Dia menambahkan bahwa Huntara yang didirikan oleh warga di Desa Pombewe, merupakan bangunan inisiatif yang didirikan oleh warga dengan menggunakan bahan atau kayu bekas, bukan bantuan Huntara dari pemerintah.

"Yang kami harapkan dari warga yang menempati Huntara, pindah ke Hunian Tetap (Huntap), bukan dari Huntara ke lokasi kawasan Zona Merah, bahkan pemerintah kecamatan sudah menetapkan waktu untuk batasan korban pengungsian meninggalkan lokasi Huntara,"tuturnya

Sementara itu, ditempat terpisah, Kepala BPBD Sigi Asrul mengatakan bahwa lokasi Desa Jono Oge merupakan daerah terparah akibat terjadinya gempa dan likuefaksi. Ratusan pemukiman warga dilokasi tersebut hancur dan rusak sehingga masuk dalam kawasan zona merah.



"Desa Jono Oge tidak bisa ditempati oleh warga , karena daerah itu masuk dalam kawasan Zona merah, sangat berbahaya untuk ditempati hunian,"kata Asrul saat dihubungi via telepon.




Simak Video "Melihat Kegiatan Belajar di Sekolah Darurat Pascagempa Palu"
[Gambas:Video 20detik]

(rvk/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com