detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 11:12 WIB

BNPB Revisi Jumlah Korban Jiwa Gempa M 7,2 Bacan: 5 Tewas, 129 Luka

Indra Komara - detikNews
BNPB Revisi Jumlah Korban Jiwa Gempa M 7,2 Bacan: 5 Tewas, 129 Luka Foto: Zainal Abidin
Jakarta - BNPB mengoreksi jumlah korban jiwa akibat gempa M 7,2 yang berpusat di Pulau Bacan. Data BNPB sebelumnya menyebut ada 6 orang tewas akibat gempa. Namun setelah dikonfirmasi ulang, jumlah korban jiwa hanya 5 orang.

"Terkait dengan korban meninggal dunia (MD), sebelumnya diberitakan (disampaikan dalam keterangan tertulis BNPB -red) berjumlah 6 orang, BNPB telah melakukan konfirmasi dengan posko terhadap kepastian jumlah korban tersebut. Hasil konfirmasi menjelaskan bahwa menyebutkan ada satu korban dengan dua nama yang berbeda. Setelah selesai pendataan ulang korban MD, rilis posko mencatat 5 korban MD," kata Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan persnya, Kamis (18/7/2019).

Berikut adalah nama korban meninggal dunia:

1. Saimah mustafa (P/90), warga Desa Nyofifi, Bacan timur.
2. Asfar Mukmat (L/25), warga Desa Gane Dalam, Gane Barat Selatan.
3. Aina amin (P/58), warga Desa Gane Luar, Gane Timur Selatan.
4. Biji Siang Kale (P/63), warga Desa Gane Luar, Gane Timur Selatan.
5. Sagaf Girato (L/50), warga Desa Yomen, Jorongga



Lebih lanjut, Agus memaparkan, gempa juga menyebabkan 129 orang mengalami luka berat dan ringan. Data terbaru dari BPBD Maluku Utara, total korban luka berat yakni 32 orang dan luka ringan 97 orang.

"Data BPBD Provinsi Maluku Utara per 17 Juli 2019 mencatat 13.250 KK atau 53.076 jiwa mengungsi. Pengungsian tersebar di 10 kecamatan," kata Agus.

BNPB juga merinci jumlah kerusakan pascagempa yang terjadi pada Minggu (14/7) lalu itu. Sedikitnya 78 fasilitas umum di Kabupaten Halmahera Selatan mengalami rusak berat.

"Rumah rusak berat 1.061 unit, rusak sedang 1.412 unit, sedangkan fasum rusak RB 78 dan rusak ringan 39 unit. Kerusakan terbesar berada di Kecamatan Gane Barat Selatan dengan 542 unit RB, Kepulauan Joronga 287, Gane Barat 203, Gane Timur Selatan 116, Bacan Timur Tengah 72, Bacan Timur Selatan 8, dan Bacan Timur 2," jelas Agus.


Kepala BNPB Doni MonardoKepala BNPB Doni Monardo. (Foto: Dok. BNPB)


Kepala BNPB Doni Monardo saat ini menuju Ternate untuk kemudian meninjau lokasi terdampak gempa menggunakan helikopter untuk memastikan bantuan dan penanganan pascabencana berjalan lancar.

Agus mengatakan ada sejumlah kendala dalam penyaluran bantuan kepada korban terdampak gempa, salah satunya yakni ketersediaan BBM dan akses jalan serta jaringan komunikasi yang minim. Dia mengatakan, kebutuhan korban gempa antara lain terpal, selimut, tikar, air minum, makanan siap saji, hingga kidsware.

BNPB mengerahkan helikopter Mi-8 untuk distribusi logistik bantuan. Bantuan yang dimobilisasi untuk penanganan pascagempa berupa:

1. Perlengkapan sekolah 130 Paket
2. Matras 30 Lembar
3. Tikar 20 Lembar
4. Sandang 75 Paket
5. Paket perlengkapan keluarga 25 Paket
6. Selimut 40 Lembar
7. Tenda Gulung 20 Paket
8. Lauk Pauk 204 Paket
9. Makanan siap saji 114 Paket
10. Makanan tambahan gizi 120 Paket
11. Paket perlengkapan bayi 30 Paket
12. Paket kebersihan keluarga 20 Paket
13. Paket rekreasional 30 Paket
14. Sarung Dewasa 29 Lembar
15. Karung 250 Lembar

Simak Video "BNPB Kerahkan Drone, Pantau Kerusakan Gempa Halmahera Selatan"
[Gambas:Video 20detik]

(idn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com