detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 09:44 WIB

Round-Up

Ketua DPRD Depok Geli soal Rencana Wali Kota Bernyanyi

Tim detikcom - detikNews
Ketua DPRD Depok Geli soal Rencana Wali Kota Bernyanyi Lampu Merah di Simpang Ramada, Depok (Foto: Matius Alfons/detikcom)
Jakarta - Wacana pemutaran lagu pesan tertib lalu lintas di lampu merah di Depok menuai kritik dari Ketua DPRD Depok Hendrik Tangke Allo. Hendrik menilai rencana kebijakan itu kurang tepat diterapkan.

"Kalau ide itu saya ketawa juga pertama. Kalau ide itu lagi-lagi sebagai kebijakan untuk solusi atasi kemacetan yang menghilangkan stres bagi warga saya pikir idenya kurang tepat," kata Hendrik kepada wartawan di Pancoranmas, Depok, Rabu (17/7/2019).



Menurut Hendrik, pemutaran lagu lewat pengeras suara lebih cocok dilakukan di taman kota dan alun-alun. Hendrik menyebut wacana pemutaran lagu di lampu merah sebagai ide konyol.

"Kalau mau muter lagu-lagu daerah dan nasional bukan di lampu merah. Lebih baik itu dibuat dan dipasang di taman kota, alun-alun, jadi masyarakat yang datang bisa sambil dengerin lagu," katanya.

"Kalau di lampu merah, ide ini agak konyol juga kalau tujuannya untuk atasi stres bagi pengendara yang memang selama ini sudah merasakan macet luar biasa," imbuh Hendrik.



Bagi Hendrik, pemasangan lagu di lampu merah bukan solusi untuk mengurangi stres warga. Dia justru khawatir macet makin parah karena pengendara asyik mendengarkan lagu.

"Jadi kalau ide di lampu merah pasang lagu untuk mengurangi rasa stres bukan solusi. Bahkan itu bisa tambah macet karena orang betah denger itu," tuturnya.



Sementara itu, Kadishub Depok Dadang Wihana menegaskan pemutaran lagu di lampu merah bukan untuk mengatasi kemacetan. Pemutaran lagu di lampu merah disebut Dadang untuk mewujudkan tertib lalu lintas di Depok.

"Tujuannya adalah tiblantas (tertib lalu lintas)," ucap Dadang kepada wartawan di Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Depok, Selasa (16/7/2019).

Dadang menuturkan lagu yang diputarkan di lampu merah mempunyai pesan ketertiban dan keselamatan dalam berlalu lintas. Kesadaran masyarakat diharapkan dapat meningkat dengan adanya lagu pesan tertib lalu lintas tersebut.

"Jadi ketika lampu merah menyala, pengendara di situ diberikan peringatan untuk tertib lalu lintas. Ketika tertib lalu lintas maka arus lalin akan mengalir," katanya.



Tujuan lain pemutaran lagu di lampu merah ini, menurut Dadang, adalah untuk memberikan 'kode' bagi para penyeberang jalan. Saat lagu tersebut diputarkan, setiap kendaraan wajib berhenti karena lampu sedang menyala merah.

"Kedua sebagai penanda bagi penyeberang jalan. Ketika melalui zebra cross, maka menandakan ketika itu berbunyi lampu merah sedang menyala," sambungnya.

Respons mengenai rencana pemutaran lagu di lampu merah di Depok itu pun muncul dari Korlantas Polri. Korlantas Polri tak masalah dengan rencana kebijakan itu.

"Boleh-boleh saja. Kan sekadar untuk mengingatkan," kata Kabag Operasional Korlantas Polri Kombes Pol Benyamin saat dihubungi, Rabu (17/7/2019).

Benyamin menjelaskan tak ada aturan yang melarang pemutaran lagu di lampu merah.

"Tidak larangan. Tidak ada aturannnya," imbuhnya.

Ada beberapa lagu yang sudah disiapkan oleh Pemkot Depok, salah satunya berjudul 'Hati-hati', yang dinyanyikan langsung oleh sang wali kota. Musisi jalanan juga diberikan ruang untuk bernyanyi di dekat traffic light.



Simak Video "Wali Kota Depok Buka Suara Soal Lagu di Lampu Merah"
[Gambas:Video 20detik]

(knv/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com