ADVERTISEMENT
detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 00:36 WIB

Ahok Cerita Masa-masa Dipenjara: Stres hingga Temukan 'Dokter Terbaik Dunia'

Indra Komara - detikNews
Ahok Cerita Masa-masa Dipenjara: Stres hingga Temukan Dokter Terbaik Dunia Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Alias Ahok (Foto: YouTube Panggil Saya BTP)
Jakarta - Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (BTP) menceritakan masa-masa saat dia dipenjara di Rutan Mako Brimob, Depok, Jawa Barat. Ahok mengaku sempat stres di awal-awal masuk penjara.

Pernyataan Ahok itu diungkap melalui vlognya yang berjudul 'BTP Menjawab', yang diunggah pada Rabu (17/7/2019). Dari gambar video tersebut, Ahok tampak sedang menyampaikan pengalaman hidup di hadapan beberapa anggota jemaat gereja.

"Nggak ada orang-orang yang nggak stres ketika kamu kehilangan, istilahnya saya gini, kalau gubernur aktif, DKI lagi, ditangkap masuk penjara nggak korupsi, nggak apa-apa, itu baru terjadi di agresi militer Belanda kedua. Walaupun saya sudah merasa nih kayaknya nih masuk ini," kata Ahok dalam video tersebut.

Ahok lantas mengenang saat dia divonis bersalah oleh hakim. Ahok mengaku sudah memiliki firasat akan dipenjara, tapi dia tak memiliki rasa kesal.

"Saya juga bingung jujur aja, kok saya nggak ngamuk ya ketika lihat hakimnya, dari tampangnya sudah kelihatan benci saya gitu, udah tok, dia baca aja kayak ngeledek-ledek saya tuh, waktu dia baca saya udah tahu ini bersalah nih, tapi saya nggak ada perasaan marah atau mau ngamuk, padahal wartawan di luar banyak, kalau pakai Ahok yang normal pasti ke mimbar tonjok itu hakim, kira-kira, atau udah diputusin, waktu keluar saya langsung ngoceh, orang live kok, kesempatan maki-maki, semua TV live nggak bisa dipotong," kata Ahok.


Ahok kemudian menerima putusan hakim 2 tahun kurungan penjara. Dia menyebut mendapat anugerah selama dipenjara.

Meski demikian, Ahok mengakui masa-masa sulit di dalam penjara. Dia mengatakan sempat stres saat di dalam penjara. Sampai-sampai ia mengalami sulit tidur hampir setiap hari.

"Tentu setelah lewat di dalam damai ini nggak perlu, anugerah kan beda di depan orang, malamnya stres tapi saya nggak pernah beri tahu saya stres, malu dong, masak Ahok stres di penjara, nggak bisa dong, gini-gini juga gengsian saya ini. Setiap jam tidur pasti bangun, tapi rasanya sudah pagi, begitu bangun udah terang, nggak, baru sejam," ujarnya.

Di hari ke-14 Ahok menuturkan mengalami stres hebat. Waktu tidurnya mendadak terganggu. Dia mengaku terbangun pukul 02.00 WIB dan merasa terkena serangan jantung. Pada saat itu Ahok panik. Dia meminta tolong ke petugas polisi yang berjaga di Rutan Mako Brimob.

"Ini jantungan langsung ini sakit, panas, saya panggil yang jaga, Pak tolong, saya jantungan Pak, terus dia lihatin sekarang, kok keluar keringat ya, terus dia bilang lari aja Pak, ini Bapak stres biasalah orang dikurung. Terus dia pikir ini penjaga ada 60-an kalau saya lari pukul 02.00 WIB pagi terus dia pikir saya kabur terus ditembak gimana."

"Panggil dokter, oh jangan, nanti beritanya Ahok serangan jantung, nggak boleh, nggak boleh, saya masuk dalam, waktu saya duduk itulah, kok saya bisa dapat itu (ayat Alkitab), tentu Tuhan kalau kita baca firman Tuhan secara rutin itu keluar doa waktu kita diam. Saya mulai ngerti berarti ini masih ada usaha, minta, panggil nama Tuhan, tolong saya Tuhan, ini udah jantungan, tapi nggak jantungan, apa masalahnya, dari pukul 02.00 WIB sampai jam 04.00 WIB saya ketemu, saya marah, saya nggak terima, saya nggak bersyukur masuk ke situ, harusnya bersyukur Tuhan sudah izinkan, bersyukur. Itu kita minta Tuhan perintah hati kita, bersyukur," jelasnya.


Ahok lantas bercerita ketika menemukan 'dokter terbaik' di dunia selama masuk penjara. Dokter itu pula yang membantu kesehatannya selama dibui.

Dokter terbaik pertama yang dimaksudkan Ahok adalah 'sinar matahari'. Menurut dia, selama menjadi kepala daerah, ia sulit memiliki waktu untuk berjemur di bawah matahari pagi. Dokter kedua ialah 'istirahat'.

"Saya mana pernah berjemur, pukul 07.00 WIB sudah jalan, di sini jemur, kedua istirahat namanya, ada nggak yang jam tidurnya sama selama dua tahun. Enak juga. Pukul 10 malam pasti tidur. Ketiga kita kalau hari biasa pukul 07.00 WIB pasti olahraga seminggu 5 kali," kata Ahok.

Dokter terbaik menurut Ahok yang keempat ialah diet. Dia mengaku bisa diet selama dipenjara. Sebab, selama di rutan, waktu makan diatur.

"Pukul 18.00 WIB udah selesai makan malam, sampai besok pagi baru makan, berarti usus saya puasa 12 jam, usus saya bersih, malam lapar gimana? Minum air hangat. Kelima, seumur saya, saya nggak pernah baca sampai 47 buku. Dan saya menulis hasil iluminasi hasil dari firman tuhan itu 620 halaman A4 tulis tangan, tulis renungan meditasi 615 halaman, lagi diedit untuk dijadikan buku. Keenam, kita punya teman yang baik, tiap minggu kita nyanyi, kita sampai bikin band namanya Band Teman Penjara, tadinya pengen nama The Babi, Narapidana Binaan, polisi aktifnya protes, kan saya bukan napi, akhirnya ketemu BTP, Band Teman Penjara," kata Ahok.

Simak Video "Ahok: Selamat Imlek, Semoga Hidup Kita Semakin Baik"
[Gambas:Video 20detik]

(idn/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed