detikNews
Kamis 18 Juli 2019, 00:05 WIB

Ahok soal Jadi Pejabat Lagi: Saya Investasi di Politik sampai Dipenjara

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Ahok soal Jadi Pejabat Lagi: Saya Investasi di Politik sampai Dipenjara Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok (Foto: YouTube Panggil Saya BTP)
Jakarta - Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok berbicara soal kemungkinan menjadi pejabat lagi. Ahok mengaku sudah berinvestasi banyak di politik sampai dia dipenjara.

Pernyataan itu disampaikan Ahok saat menjadi pembicara di Gereja Reformed Injili Indonesia, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (12/7/2019) lalu. Ahok awalnya mendapat pertanyaan dari warga yang hadir tentang mau atau tidaknya kembali menjadi pejabat.

Ahok menjawab pertanyaan tersebut dengan memberikan analogi seorang pengusaha yang telah berinvestasi di suatu bidang. Menurut Ahok, pengusaha tersebut tak akan beralih ke bidang lain begitu saja.

"Ini pertanyaan klasik ya. Saya kalau ketemu dengan orang yang bergerak di bidang bisnis, atau keuangan. Saya suka tanya balik begini, kita sama-sama pengusaha kan, dulu gitu. Orang keuangan kan. Pernah nggak kita melakukan sesuatu, sudah investasi begitu besar di satu bidang dan hasrat kita memang masih di bidang ini, terus kamu buang ganti bidang, nggak," ujar Ahok dalam channel YouTube Panggil Saya BTP seperti dilihat detikcom, Rabu (17/7).


Begitu pula yang dialami Ahok dalam dunia politik. Ahok mengaku sudah berbuat banyak selama aktif di kancah politik Tanah Air.

"Saya ini invest di politik ini sudah terlalu banyak sampai dipenjara. Nah itu yang jadi pergumulan saya, sehingga share dengan beberapa teman," ujarnya.

Setelah berhenti jadi pejabat, Ahok mengaku menerima banyak tawaran kerja dari sejumlah pihak. Tawaran yang diberikan pun tak tanggung-tanggung, bahkan gaji yang akan didapat Ahok berstandar internasional.

"Jadi beberapa orang yang tidak ada hubungannya, teman-teman lama, waktu saya jadi gubernur jarang ketemu saya. Sekarang nawarin kerja sama mereka. Nawarin kerja kasih saham kosong, macam-macam nanti. Dari gaji yang lumayan sampai waw banget. Standarnya sudah standar dunia," ujarnya.


Ahok mengatakan seorang pejabat itu akan menemui banyak jalan yang berliku. Bahkan, menurut dia, mereka yang menjadi pejabat harus rela dicaci maki dan dicari-cari kesalahannya.

"Jadi pejabat itu payah, nggak ada duitnya. Ini pun.... Kalau saya jadi pejabat lagi, kayaknya malas sebagai pribadi, malas. Kalau kita bisa penghasilan USD 1 juta setahun, naik mobil semua miliaran, kamu masih mau jadi pejabat, dicaci maki, dikafir-kafirin, dicari-cari salah, mau dipenjara," tuturnya.


Kendati demikian, Ahok mengatakan hasil refleksinya selama ini menandakan bahwa tidak ada panggilan untuk menjadi pengusaha. Ahok mengaku tahu ke mana dirinya harus melangkah.

"Saya katakan lagi dari mana saya tahu melakukan A atau B atau C. Firman Tuhan, iluminasi dari firman Tuhan yang saya baca. Sampai hari ini dalam pergumulan saya. Saya tetap tidak ada panggilan jadi pengusaha, tugas saya adalah showcase, mercusuar untuk mempertontonkan kuasa Tuhan, untuk menarik orang untuk mengenal Tuhan kita. itu yang saya dapat," ujarnya.

"Saya pun bergumul dengan hal ini, tapi kalau saya ikutin iluminasi firman Tuhan yang saya baca, tidak ada terima job ini. Saya tahu saya harus ke mana," sambungnya.

Simak Video "Soal Reklamasi, Ahok: Nanti Dikira Anies Gue Kampanye"
[Gambas:Video 20detik]

(knv/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com