detikNews
2019/07/17 21:01:10 WIB

Round-Up

TPF Ungkap Motif Serangan, Novel Baswedan Anggap Sembarangan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
TPF Ungkap Motif Serangan, Novel Baswedan Anggap Sembarangan Penyidik KPK Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Dua tahun lebih terlewati. Namun siapa sebenarnya yang menyiramkan air keras ke wajah Novel Baswedan belum juga diketahui.

Sedari penyelidikan sendiri yang dilakukan Polda Metro Jaya belum membuahkan hasil. Hingga Komnas HAM turun tangan memberikan rekomendasi ke Polri dan pada akhirnya Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk tim pencari fakta (TPF).

TPF sebagian besar diisi oleh penyidik dan penyelidik polisi yang memang mengusut teror ke Novel itu sejak awal. Sebagai tambahan, ada tim pakar dan juga dari KPK mengisi kekuatan pada TPF.

"Segala temuan hasil kerja 6 bulan tim pakar direkomendasikan kepada Bapak Kapolri untuk melakukan tim teknis lapangan yang spesifik. Tim teknis lapangan yang spesifik itu hanya dimiliki oleh kami, karena tim pencari fakta atau tim gabungan pencari fakta sekali pun yang dibentuk oleh siapa pun, oleh otoritas mana pun, mereka terbatas dengan metodologi terbuka," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal sebagai perwakilan dari Polri, Rabu (17/7/2019).


Sementara itu, juru bicara TPF Nur Kholis menyebutkan suatu temuan mengenai motif perbuatan penyerangan pada Novel. TPF menemukan probabilitas serangan balik akibat penanganan kasus yang dilakukan Novel dengan penggunaan kewenangan berlebihan.

"TPF menemukan fakta terdapat probabilitas terhadap kasus yang ditangani korban yang menimbulkan serangan balik atau balas dendam, akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan. Dari pola penyerangan dan keterangan saksi korban, TPF meyakini serangan tersebut tidak terkait masalah pribadi, tapi berhubungan dengan pekerjaan korban," kata Nur Kholis.

Namun mereka belum menyebut siapa pelaku serangan terhadap Novel. TPF meminta Polri membentuk tim untuk mencari tiga orang tidak kenal yang diduga datang ke rumah Novel ataupun masjid yang berada di dekat rumah Novel sebelum kejadian.

Atas temuan itu, Novel menyebutnya sebagai opini yang ngawur. Apa penjelasan Novel?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com