detikNews
2019/07/17 21:01:10 WIB

Round-Up

TPF Ungkap Motif Serangan, Novel Baswedan Anggap Sembarangan

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
TPF Ungkap Motif Serangan, Novel Baswedan Anggap Sembarangan Penyidik KPK Novel Baswedan (Foto: Ari Saputra/detikcom)


Novel menyebut dugaan dia 'menggunakan wewenang berlebihan' sebagai opini yang ngawur. Pimpinan KPK pun membela Novel dalam hal ini.

"Ngawurlah ngawur itu omongan ngawur yang nggak perlu saya tanggapi saya pikir," kata Novel.

"Ya mana mungkin saya menanggapi suatu opini yang ngawur ya, sulit bagi saya, saya tentu seorang penyidik yang punya perspektif yang logis, nggak mungkin saya menanggapi suatu ucapan ngawur ya," imbuh Novel.

Secara terpisah, Wakil Ketua KPK Laode M Syarif balik mempertanyakan soal itu. Malahan Syarif menyebutkan adanya hambatan-hambatan yang pernah dialami Novel sebelumnya.


"KPK kurang memahami konteks penggunaan istilah excessive use of power. Kami tegaskan dalam melaksanakan tugasnya penyidik menggunakan wewenang sesuai hukum acara yang berlaku. Jadi tidak ada perbuatan penggunaan kewenangan secara berlebihan," kata Syarif.

"Bahkan dalam kasus Buol, justru Novel dan tim yang diserang dan hampir ditabrak saat menjalankan tugasnya," imbuh Syarif.

Syarif juga menyebutkan bahwa KPK kecewa karena TPF pada akhirnya tidak menemukan siapa pelaku penyerangan Novel. Untuk itu, sambung Syarif, KPK akan membicarakan langkah lanjutan agar teror dan serangan seperti yang dialami Novel.

"KPK mengajak kita tetap fokus menemukan pelaku, bukan mencari alasan atau membangun isu-isu lain," tegas Syarif.
(dhn/fdu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com