detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 20:40 WIB

Round-Up

Beda Tanggapan Partai Soal Kabar Kabinet dalam Pesan Berantai

Tim detikcom - detikNews
Beda Tanggapan Partai Soal Kabar Kabinet dalam Pesan Berantai Foto: Presiden Joko Widodo atau Jokowi (Biro Pers Setpres)
Jakarta - Risalah susunan kabinet menteri Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin periode 2019-2024 kembali beredar melalui pesan berantai di media sosial. Meski Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf telah memastikan jika risalah itu adalah hoax, namun parpol koalisi TKN memberi tanggapan yang berbeda dalam menyikapinya.

Risalah susunan menteri Jokowi itu tertulis 'Koalisi Indonesia Maju Republik Indonesia. Risalah Rapat Pengangkatan menteri Pembantu Presiden Dalam kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024'.

Susunan kabinet menteri Jokowi jilid 2 ini sudah sering kali muncul. Sementara sebelumnya hanya beredar dalam format broadcast di grup WhatsApp, yang saat ini beredar dikemas dalam format PDF disertakan logo Garuda Pancasila.

Dilihat detikcom, Selasa (16/7/2019), risalah tertulis waktu dan tanggal rapat pembahasan menteri kabinet Jokowi Jilid 2. Terdapat pula tulisan bahwa rapat itu diagendakan pada Minggu, 14 Juli 2019, di Ruang Rapat Sentul City International Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

Risalah rapat itu dibuat sebanyak dua halaman. Disebutkan juga hasil rapat disepakati nama-nama menteri pembantu Jokowi-Ma'ruf Amin jilid 2 periode 2019-2024.


Dimintai konfirmasi terpisah, Wakil Ketua TKN Jokowi-Amin, Abdul Kadir Karding, mengatakan risalah kabinet menteri Jokowi jilid 2 yang beredar itu hoax. Dia mengatakan koalisi tak merekomendasikan nama-nama menteri.

"Itu hoax, saya kira itu hoax. Yang kedua kalau koalisi apalagi TKN tidak akan merekomendasi nama-nama atau tidak akan ikut dalam artian menentukan sepenuhnya menteri-menteri, tugas koalisi itu tugas TKN dalam hal ini itu adalah memenangkan Pak Jokowi-Ma'ruf," kata Karding saat dimintai konfirmasi.

"Kalau koalisi partai-partai itu, itu partai-partai mengirim nama, lalu itu nanti yang akan dipilih oleh Pak Jokowi, jadi saya kok yakin itu hoax," sambungnya.

Merespons risalah tersebut, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menyebut koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin belum melakukan pembahasan secara spesifik calon menteri untuk kabinet periode kedua.

"Belum (ada pembahasan). (Penyusunan kabinet) itu semua tergantung Pak Presiden ya," kata Airlangga saat dimintai tanggapan di gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Airlangga yang dalam risalah tersebut diisukan akan menempati kursi Menko Perekonomian mengatakan pemilihan menteri merupakan hak prerogatif presiden.

"Wah, itu hak prerogatif presiden," ujarnya.

Beda Tanggapan Partai Soal Kabar Kabinet dalam Pesan BerantaiFoto: Airlangga Hartarto (Tsarina Maharani/detikcom)
Selain Airlangga, Ketua Umum PSI Grace Natalie juga diisukan akan menduduki kursi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di kabinet Joko Widodo (Jokowi) 2019-2024. Menaggapinya, PSI mengatakan tidak pernah mengusulkan nama Grace sebagai menteri.

"PSI belum pernah mengusulkan nama Grace Natalie sebagai menteri," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).


Senada dengan Airlangga, Toni menyebut pemilihan menteri merupakan prerogatif presiden. Dia sepenuhnya percaya kepada Jokowi akan menunjuk sosok terbaik dalam penyusunan kabinet.

"Kami percayakan kepada Pak Jokowi yang diberikan amanah oleh rakyat untuk menyusun kabinet kerja terbaiknya," ujarnya.

Sementara itu, PPP sebagai salah satu partai pengusung Jokowi-Ma'ruf mengaku tidak memiliki tradisi minta-minta kursi menteri.

"Soal kabinet tentu sebagai partai pendukung Jokowi-Ma'ruf tentunya kita kalau diminta. Saya hadir kemarin di pertemuan di Bogor, itu dari bincang lepas kita, PPP tidak mentradisikan meminta-minta, apalagi mengirim, belum ada tanda-tanda," ujar Ketua DPP PPP, Rusly Effendi kepada wartawan di Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

Beda Tanggapan Partai Soal Kabar Kabinet dalam Pesan BerantaiFoto: Ketua DPP PPP Rusly Effendi (Rolando Fransiscus Sihombing/detikcom)
Ketika ditanyakan target menteri yang masuk kabinet, Rusly mengatakan hal tersebut merupakan urusan normatif. Rusly mengatakan presiden terpilih Jokowi paham berapa menteri yang pantas untuk PPP.

"Itu normatif, ya kita tidak berani menargetkan berapa. Tapi saya pikir Pak Jokowi paham betul berapa pantasnya PPP, kata Rusly.

"Lebih banyak lebih baik," ungkapnya singkat.


Meski demikian, Rusly yakin kader PPP layak duduk di kabinet Jokowi-Ma'ruf. Dia menangkap sinyal Jokowi meminta PPP menyetor nama.

"Tapi alhamdulillah pada pertemuan itu kita disuruh, beliau memberi isyarat PPP harus ngirim dong. Karena itu kita juga mendengar masukan di Mukernas," sebut Rusly.

Ketum parpol yang juga tercantum masuk ke dalam kabinet dalam dokumen 'Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden dalam Kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024' adalah Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono. Diaz tercatat sebagai calon Kepala Staf Presiden (KSP). Meski menegaskan dokumen itu palsu, PKPI mengapresiasi dicantumkannya nama sang ketum.

"Terkait dengan draf yang beredar dan ada nama ketua umum kami, Diaz Hendropriyono, di dalam draf, tentu kami apresiasi. Ini artinya mereka melihat ketum kami memiliki kapabilitas yang dirasa mampu mengemban posisi apa pun di draf tersebut," kata Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).

Verry mengatakan, dengan masuknya nama Diaz, hal itu menunjukkan sang ketum dipandang kompeten sebagai menteri. Mengingat Diaz memang merupakan kader terbaik PKPI.

"Bilamana presiden terpilih melihat bahwa PKPI atau ketua umum dirasa memiliki kapabilitas dan rekam jejak yang sesuai untuk membantu di kabinet, tentu nama Diaz Hendropriyono adalah kader terbaik yang kami miliki," kata dia.


Kendati demikian, Verry tak menampik bahwa risalah tersebut palsu. Sebab, kata dia, saat acara di Sentul City International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (14/7) lalu, Presiden dan parpol-parpol koalisi tidak pernah menggelar rapat.

Simak Video "Fachrul Razi-Ida Fauziyah Juga Penuhi Panggilan Jokowi di Istana"
[Gambas:Video 20detik]

(nvl/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com