detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 19:20 WIB

UNHCR Ingin Pencari Suaka Diizinkan Gunakan Keterampilan Ekonomi

Dwi Andayani - detikNews
UNHCR Ingin Pencari Suaka Diizinkan Gunakan Keterampilan Ekonomi Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia, Thomas Vargas. (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Pencari suaka di Jakarta tengah menjadi sorotan. Selama ini mereka hidup mengandalkan sedekah dari masyarakat. Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menyatakan tengah bekerja sama dengan pemerintah agar para pencari suaka bisa menghidupi dirinya sendiri.

"Kami tengah bekerja sama dengan pemerintah dan partner lainnya agar pencari suaka diizinkan untuk membagikan bakat mereka, keterampilan mereka sedimikan rupa sehingga juga bisa membantu mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar (penampungan)," kata Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia, Thomas Vargas, di Kantor UNHCR, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).



Vargas menuturkan ini penting supaya mereka tak hanya mengandalkan uluran tangan warga untuk menyambung hidup. Soalnya, hidup dari sedekah bukanlah cara yang bisa dipertahankan secara bekesinambungan dalam jangka menengah.

"Pengungsi itu sama saja dengan orang biasa, mereka butuh kemampuan untuk memberdayakan diri mereka sendiri. Mereka punya keterampilan, bakat, pengetahuan yang mereka bisa bagikan kepada masyarakat sekitar," kata Vargas.

UNHCR punya program melibatkan para pencari suaka dalam suatu proyek. Program ini adalah kerja sama UNHCR bersama Organisasi Buruh Internasional PBB (ILO). Pebisnis dan wirausahawan muda diajak terlibat merangkul para pencari suaka.



"Tapi kami butuh dana tambahan supaya kami bisa mengembangkan proyek model tersebut. Karena kami merasa perlu ada situasi yang menguntungkan kedua belah pihak, baik untuk ekonomi masyarakat sekitar penampungan pengungsi dan juga pengungsi yang butuh bantuan," kata Vargas.

Sebelum para pencari suaka menjadi sorotan karena ramai-ramai berpindah ke Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, dan belakangan pindah ke Kalideres Jakarta Barat, UNHCR juga pernah meminta agar para pengungsi diizinkan mencari pemasukan. Namun sebenarnya, para pencari suaka ini tak diizinkan bekerja di Indonesia.



Larangan bekerja bagi pengungsi tercantum dalam 'Surat Pernyataan Pengungsi' yang harus ditandatangani pengungsi bersertifikat UNHCR, sebagaimana yang tercantum dalam Lampiran Peraturan Direktur Jenderal Imigrasi Nomor: IMI-1489.UM.08.05 Tahun 2010 tanggal 17 September 2010.
Mereka tidak bisa bekerja dan ingin segera diberangkatkan ke negara tujuan, yakni negara-negara yang meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol Pengungsi 1967, di antaranya adalah Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, dan Kanada. Sedangkan Indonesia yang saat ini mereka singgahi hanyalah negara transit yang tidak bisa mereka tempati selamanya. Indonesia belum meratifikasi Konvensi Pengungsi 1951 dan Protokol Pengungsi 1967.




Simak Video "Warga Tolak Imigran, Anies Minta Solusi Permanen Pemerintah Pusat"
[Gambas:Video 20detik]

(dnu/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed