detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 17:32 WIB

PKPI: Diaz Hendro Masuk di Draf Kabinet yang Beredar, Kami Apresiasi

Tsarina Maharani - detikNews
PKPI: Diaz Hendro Masuk di Draf Kabinet yang Beredar, Kami Apresiasi Foto: dok. diaz.hendropriyono/Instagram
Jakarta - Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono masuk dokumen 'Risalah Rapat Pengangkatan Menteri Pembantu Presiden dalam Kabinet Kerja Jilid II Periode 2019-2024', yang beredar, sebagai Kepala Staf Presiden (KSP). Meski menegaskan dokumen itu palsu, PKPI mengapresiasi dicantumkannya nama sang ketum.

"Terkait dengan draf yang beredar dan ada nama ketua umum kami, Diaz Hendropriyono, di dalam draf, tentu kami apresiasi. Ini artinya mereka melihat ketum kami memiliki kapabilitas yang dirasa mampu mengemban posisi apa pun di draf tersebut," kata Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).

Verry mengatakan, dengan masuknya nama Diaz, hal itu menunjukkan sang ketum dipandang kompeten sebagai menteri. Mengingat Diaz memang merupakan kader terbaik PKPI.

"Bilamana presiden terpilih melihat bahwa PKPI atau ketua umum dirasa memiliki kapabilitas dan rekam jejak yang sesuai untuk membantu di kabinet, tentu nama Diaz Hendropriyono adalah kader terbaik yang kami miliki," kata dia.



Kendati demikian, Verry tak menampik bahwa risalah tersebut palsu. Sebab, kata dia, saat acara di Sentul City International Convention Center, Bogor, Jawa Barat, pada Minggu (14/7) lalu, Presiden dan parpol-parpol koalisi tidak pernah menggelar rapat.

Seperti diketahui, dalam dokumen yang memuat nama-nama menteri Jokowi periode kedua itu, terdapat informasi bahwa rapat penyusunan kabinet tersebut dilakukan di ruang rapat Sentul City International Convention Center, Bogor, Jawa Barat.

"Bahwa memang ada pembicaraan, tapi di luar pembicaraan kabinet saat para ketum berkumpul di SICC, sesaat sebelum presiden dan wapres terpilih menyampaikan pidato," ujar Verry.

Verry menjelaskan pembicaraan soal penyusunan kabinet sendiri akan segera dilaksanakan para ketum partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK) dengan Jokowi. Pembicaraan itu akan dilakukan pada bulan ini.

"Insyaallah di bulan Juli ini akan ada komunikasi terkait penyusunan draf kabinet di antara para ketum dan presiden terpilih. Di level itu akan dibicarakan," ucapnya.



Penjelasan risalah kabinet yang diberi nama 'Koalisi Indonesia Maju' itu hoax juga sebelumnya disampaikan Wakil Ketua TKN Jokowi-Amin, Abdul Kadir Karding. Karding mengatakan koalisi tak merekomendasikan nama-nama menteri.

"Itu hoax, saya kira itu hoax. Yang kedua, kalau koalisi, apalagi TKN, tidak akan merekomendasi nama-nama atau tidak akan ikut dalam artian menentukan sepenuhnya menteri-menteri, tugas koalisi itu tugas TKN dalam hal ini itu adalah memenangkan Pak Jokowi-Ma'ruf," kata Karding, Selasa (16/7).

Simak Video "Fachrul Razi-Ida Fauziyah Juga Penuhi Panggilan Jokowi di Istana"
[Gambas:Video 20detik]

(tsa/mae)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com