detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 17:23 WIB

Ada Warga Tolak Pencari Suaka, UNHCR: Umumnya Orang Indonesia Murah Hati

Dwi Andayani - detikNews
Ada Warga Tolak Pencari Suaka, UNHCR: Umumnya Orang Indonesia Murah Hati Spanduk warga tolak para pencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat. (Adhi Indra/detikcom)
Jakarta - Telah muncul bentuk penolakan terhadap pencari suaka yang tinggal di lingkungan sekitar Kalideres, Jakarta Barat. UNHCR di Indonesia menilai pada umumnya warga di negara ini baik hati menerima pengungsi.

"Saya mengerti bahwa ini bisa menjadi hal yang sulit untuk membantu orang yang membutuhkan. Tapi di banyak tempat, orang Indonesia sangat murah hati. Telah ada tradisi panjang seiring dengan tradisi humanitarian untuk membantu orang yang membutuhkan," kata Kepala Perwakilan UNHCR Thomas Vargas di kantor UNHCR, Menara Ravindo, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).



Tak hanya Indonesia, sejumlah pihak di banyak negara juga punya kebaikan hati menerima pencari suaka. Pimpinan Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi perwakilan Indonesia ini menyebut pihaknya bekerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta untuk saling membantu menangani para pencari suaka.

Ada Warga Tolak Pencari Suaka, UNHCR: Umumnya Orang Indonesia Murah HatiSpanduk warga tolak para pencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat. (Adhi Indra/detikcom)

"Kita bekerja sama dengan pemerintah provinsi untuk membantu sebanyak yang kami bisa," ujar



Thomas mengatakan, dengan banyaknya pihak yang membantu, hal tersebut akan semakin mudah. Terutama untuk memenuhi kebutuhan mendesak para pencari suaka.

Ada Warga Tolak Pencari Suaka, UNHCR: Umumnya Orang Indonesia Murah HatiSpanduk warga tolak para pencari suaka di Kalideres, Jakarta Barat. (Adhi Indra/detikcom)

Sebelumnya, warga ramai-ramai membuat spanduk penolakan karena pencari suaka yang tinggal di Kalideres, Jakarta Barat. Setidaknya ada 10 spanduk yang disebarkan warga ke beberapa lokasi di sekitar Jakarta Barat.



"Kami warga kompleks Daan Mogot Baru, menolak tempat penampungan imigran di komplek kami," tulis spanduk itu.

Salah satu pencari suaka, Muhammad (24) asal Afghanistan, mengaku tahu soal penolakan warga setempat terkait kedatangan rombongan mereka yang menempati bekas gedung Kodim Jakarta Barat. Muhammad juga berjanji akan mematuhi aturan yang diberikan Pemprov dan warga sekitar, asalkan mereka diberi izin tinggal sementara di sana.

Ada Warga Tolak Pencari Suaka, UNHCR: Umumnya Orang Indonesia Murah HatiPencari suaka asal Afghanistan di Jakarta. (Rifkianto Nugroho/detikcom)


Simak Video "Evakuasi Pencari Suaka di Kebon Sirih Berujung Ricuh"
[Gambas:Video 20detik]

(dwia/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com