detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 16:09 WIB

UNHCR Harap AS, Australia, dan Selandia Baru Tampung Pencari Suaka

Dwi Andayani - detikNews
UNHCR Harap AS, Australia, dan Selandia Baru Tampung Pencari Suaka Kepala Perwakilan UNHCR di Indonesia, Thomas Vargas (Dwi Andayani/detikcom)
Jakarta - Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) diminta untuk menangani para pencari suaka yang terlantar di Indonesia. UNHCR berharap negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Australia, dan Selandia Baru dapat menampung para pencari suaka.

"Kami sangat berterima kasih untuk tempat-tempat yang telah mereka (AS, Australia, Selandia Baru) sediakan (untuk pencari suaka), dan kami berharap mereka bisa terus melanjutkan penyediaan tempat," kata Kepala Perwakilan UNHCR, Thomas Vargas, di Kantor UNHCR Menara Ravindo, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).



UNHCR menganjurkan negara-negara ketiga, sebutan untuk negara tujuan pencari suaka, untuk menampung para pencari suaka. Para pencari suaka yang keselamatannya terancam perlu diprioritaskan.

"Kami selalu menganjurkan negara-negara untuk memberikan kesempatan kepada pencari suaka yang membutuhkan, terutama mereka yang memiliki masalah keselamatan," kata Thomas.

Vargas menyebut, masing-masing negara memiliki kebijakan tersendiri untuk menerima pencari suaka. Dimana para pencari suaka ini bertujuan ke negara ketiga yang merupakan negara-negara maju.



"Negara-negara yang anda sebut itu tergantung dari mereka, dari pemerintah mereka, untuk menentukan kebijakan yang mereka miliki," kata Thomas.

Menurut Thomas, para pencari suaka ini penting untuk dapat memiliki kemampuan sendiri. Hal ini dimaksud agar para pencari suaka tidak bergantung pada masyarakat.

"Namun untuk saat ini sangat penting bagi para pencari suaka memiliki kemampuan untuk mengurus diri mereka sendiri. Dimana pun mereka saat ini untuk sementara, sehingga mereka tidak bergantung pada sedekah," ujar Thomas.



Sebagaimana diketahui, para pencari suaka sebenarnya sudah cukup lama berada di Jakarta, tepatnya di Kalideres Jakarta Barat, seberang Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim). Namun kehadiran mereka kembali menjadi perhatian publik tatkala berpindah dari Kalideres ke Kebon Sirih Jakarta Pusat, suatu kawasan perkantoran dan pemerintahan di jantung Ibu Kota, sejak 3 Juli 2019.

Mereka sempat hidup di trotoar dekat Kantor UNHCR di Jalan Kebon Sirih. Kemudian mulai 11 Juli, mereka dipindahkan dari Kebon Sirih ke lahan eks-Kodim di Kalideres. Terakhir, pada 12 Juli, sudah ada 1.100 orang pencari suaka di tempat penampungan itu, mereka diperkirakan para pencari suaka tersebut bukan hanya berasal dari Kebon Sirih.



Simak Video "Evakuasi Pencari Suaka di Kebon Sirih Berujung Ricuh"
[Gambas:Video 20detik]

(dwia/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com