detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 15:41 WIB

UNHCR: Pencari Suaka Tak Bisa Pulang ke Negaranya karena Tak Aman

Dwi Andayani - detikNews
UNHCR: Pencari Suaka Tak Bisa Pulang ke Negaranya karena Tak Aman Foto pencari suaka di Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) menyebut para pencari suaka tidak dapat kembali pulang ke tanah airnya. Hal ini karena kondisi negara masing-masing pencari suaka tersebut dinilai tidak aman.

"Banyak pengungsi ingin pulang kalau mereka bisa, tapi situasi di negaranya tidak aman," ujar Kepala Perwakilan UNHCR, Thomas Vargas di Kantor UNHCR Menara Ravindo, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).



Sebagaimana diketahui, para pencari suaka itu sebenarnya sudah cukup lama berada di Jakarta, tepatnya di Kalideres Jakarta Barat, seberang Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim). Namun kehadiran mereka kembali menjadi perhatian publik tatkala berpindah dari Kalideres ke Kebon Sirih Jakarta Pusat, suatu kawasan perkantoran dan pemerintahan di jantung Ibu Kota, sejak 3 Juli 2019.

Mereka sempat hidup di trotoar dekat Kantor UNHCR di Jalan Kebon Sirih. Kemudian mulai 11 Juli, mereka dipindahkan dari Kebon Sirih ke lahan eks-Kodim di Kalideres. Terakhir, pada 12 Juli, sudah ada 1.100 orang pencari suaka di tempat penampungan itu, mereka diperkirakan bukan hanya berasal dari Kebon Sirih saja.



Thomas mengatakan, pengungsi atau pencari suaka ini terpaksa meninggalkan negaranya. Sebab adanya perang hingga kekerasan HAM yang masif terjadi di negara tersebut

"Mereka tidak mau pulang (ke tanah air masing-masing). Saya tidak menyalahkan mereka, karena tidak aman bagi mereka untuk kembali ke negaranya saat ini hingga perdamaian bisa diwujudkan di negara masing-masing. Kami bersyukur pemerintahan seperti Indonesia mengizinkan mereka tinggal di tempat yang aman," kata dia.

Thomas menyebut, pihaknya akan membantu para pencari suaka mendapatkan tempat tinggal hingga situasi negaranya kondusif. Selain itu, UNHCR akan membantu para pencari suaka agar dapat mengurus dirinya sendiri.



"Pertama, sampai situasi kondusif dan orang-orang memutuskan aman untuk pulang, kita akan membantu mereka mencari tempat yang aman untuk tinggal. Kedua, punya kelengkapan untuk mengurus dirinya sendiri, sampai solusi lain mungkin dilakukan," kata Thomas.

Namun, Thomas mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan target untuk mencari solusi. "Kita nggak bisa bahas target kalau bicara solusi," tuturnya.




Simak Video "Warga Tolak Imigran, Anies Minta Solusi Permanen Pemerintah Pusat"
[Gambas:Video 20detik]

(dwia/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed