detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 15:35 WIB

Tim Advokasi Pertanyakan 'Penggunaan Wewenang Berlebihan' Novel

Haris Fadhil - detikNews
Tim Advokasi Pertanyakan Penggunaan Wewenang Berlebihan Novel Novel Baswedan (Foto: Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Tim advokasi penyidik KPK Novel Baswedan mempertanyakan kewenangan berlebihan yang dimaksud oleh Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. TPF diminta menjelaskan maksud dari kewenangan berlebihan tersebut.

"Soal penggunaan wewenang berlebih seolah mau menyalahkan Novel dan KPK yang dianggap bekerja tidak sesuai aturan. Baiknya TPF jelaskan di bagian mana yang dianggap berlebih," kata Haris Azhar sebagai salah satu anggota dalam tim advokasi tersebut kepada wartawan, Rabu (17/7/2019).




Secara terpisah anggota tim advokasi lainnya, Alghiffari Aqsa, juga mengkritik TPF bentukan Polri yang dinilainya berbelit. Dia menilai tak ada keseriusan untuk mengungkap kasus teror terhadap Novel.

"Langkah yang sangat berbelit. Sejak awal juga sudah demikian, sehingga sangat layak kita simpulkan bahwa memang tidak ada keseriusan untuk membuka kasus ini secara terang benderang," ujarnya.

Dia pun berharap ada tim independen yang dibentuk oleh presiden. Alghif menilai tim itu akan membantu mengurangi beban Polri untuk mengungkap kasus ini.

"Sampaikan kepada presiden untuk TGPF independen karena dua tahun lebih kasusnya belum terungkap. Hal tersebut juga akan membantu Polri karena bisa jadi terdapat beban dalam kasus ini jika memang ada internal yang terlibat," ucapnya.




Sebelumnya, TPF kasus Novel mengatakan mereka menemukan fakta terkait dugaan teror penyiraman air keras terhadap penyidik KPK itu. TPF menyebut ada probabilitas serangan balik akibat penanganan kasus yang dilakukan Novel dengan penggunaan kewenangan berlebihan.

TPF juga merekomendasikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membentuk tim teknis guna mencari tiga orang.

"TPF merekomendasikan kepada Kapolri untuk melakukan pendalaman fakta terhadap satu orang tidak dikenal yang mendatangi rumah Novel pada tanggal 5 April dan 2 orang tidak dikenal yang berada di dekat tempat wudu Masjid Al-Ikhsan menjelang subuh dengan membentuk tim teknis," ujar Juru Bicara TPF Nur Kholis.

Simak Video "Amnesty Klaim Amerika Serikat Dukung Penyelesaian Kasus Novel"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com