detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 15:20 WIB

Jadi Korban Pengantin Pesanan, Warga Banten Tertahan di China

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jadi Korban Pengantin Pesanan, Warga Banten Tertahan di China Foto: Ilustrasi perdagangan orang (tidak terkait dengan berita). (Grandyos Zafna)
Serang - Warga Kecamatan Sukaresmi, Pandeglang, Banten, bernama Al Vionita menjadi korban perdagangan orang dengan modus pengantin pesanan. Saat ini, korban masih tertahan di China dan menunggu kepulangan ke Indonesia.

Ketua Serikat Burum Migran Indonesia (SBMI) Banten Maftuh Hafi menceritakan, korban awalnya lapor ke jaringan SBMI menjadi korban pengantin pesanan. Korban tergiur karena dijanjikan uang jika mau menikah dengan warga China melalui mak comblang.

"Dia dijanjikan kebutuhan akan dipenuhi karena ingin merubah keadaan keluarganya," ujar Maftuh saat berbincang dengan detikcom di Serang, Banten, Rabu (17/9/2019).




Korban katanya menikah dengan Ye Jinshan di Jakarta, baru kemudian dibawa ke China. Namun di China, korban justru disiksa suaminya.

"Dia ingin pulang, tapi dokumen-dokumen ada di suaminya," tambahnya.




Masalah lainnya yakni dokumen korban juga dipalsukan oleh oknum di Indonesia. Salah satu yang dipalsukan yakni mengenai status agama korban.

"Tapi korban dari Banten tidak jadi korban prostitusi, cuma pemukulan, tidak dikasih makan. Kondisi saat ini masih di penampungan," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, mak comblang pengantin pesanan ditahan oleh kepolisian beberapa waktu lalu. Mak comblang itu ditahan karena menjalankan bisnis 'pengantin wanita' di Pontianak Selatan, Pontianak, Kalimantan Barat.

Simak Video "Tak Cuma Polisi, Warga Juga Berkerumun di TKP Penusukan Wiranto"
[Gambas:Video 20detik]

(bri/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com