detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 14:53 WIB

Ini 6 Kasus High Profile yang Diduga Bisa Latar Belakangi Teror Novel

Audrey Santoso - detikNews
Ini 6 Kasus High Profile yang Diduga Bisa Latar Belakangi Teror Novel Tim Pencari Fakta (TPF) memaparkan hasil investigasi terkait teror penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Tim pencari fakta (TPF) menduga adanya motif balas dendam di balik kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Balas dendam itu disebut tim bentukan Kapolri Jenderal Tito Karnavian tersebut diduga berkaitan dengan sejumlah kasus yang ditangani Novel di KPK.

Dalam analisis tim tersebut, cairan H2SO4 atau asam sulfat yang disiramkan ke Novel tidak pekat. Fakta itu diduga TPF menunjukkan niat pelaku bukanlah untuk membunuh Novel.

"Ada dugaan niat pelaku itu hanya sebatas menyengsarakan, tidak berniat membunuh. Karena apa? Karena kita sudah memeriksa dengan scientific bahwa H2SO4, asam sulfat yang digunakan pelaku menyiram Saudara Novel itu tidak pekat," ujar Kadiv Humas Irjen Muhammad Iqbal dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (17/7/2019).




"Kalau pekat sudah bolong-bolong," imbuh Iqbal sembari mengarahkan tangannya ke wajah.

Berangkat dari temuan itu, tim pakar disebut Iqbal berkonsultasi dengan psikolog. Dari situlah kemudian TPF menduga adanya motif balas dendam.

"Ini ada kaitannya pelaku sakit hati karena memang pelaku kita duga disakiti hatinya dipermalukan oleh Saudara Novel," kata Iqbal.

TPF mengaitkan motif tersebut dengan perkara-perkara yang ditangani Novel di KPK. Novel memang dikenal sebagai penyidik senior di KPK.

"Oleh karena itulah setidaknya sekurang-kurangnya 6 kasus yang saat ini kita coba dalami, kasus Buol, e-KTP, yang melibatkan Ketua MK, Sekjen MA, kemudian apa lagi itu Wisma Atlet, terus ada juga yang menyangkut pidana di Bengkulu, sarang burung walet," sebut Iqbal.

Dalam catatan detikcom, KPK pernah mengusut kasus dugaan korupsi kepengurusan izin usaha perkebunan (IUP) dan hak guna usaha (HGU) perkebunan PT Hardaya Inti Plantation atau PT Cipta Cakra Murdaya di Buol. Kasus itu menjerat Amran Batalipu, yang saat itu menjabat Bupati Buol.

Sedangkan untuk perkara terkait proyek e-KTP, hingga saat ini masih terus diusut KPK. Salah satu nama besar yang telah dijerat KPK dalam kasus itu adalah mantan Ketua DPR Setya Novanto. Lalu, perkara yang disebut Iqbal terkait Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), yaitu yang menjerat Akil Mochtar.




Kasus lain yang termasuk disebut Iqbal terkait dengan Sekretaris Jenderal Mahkamah Agung (Sekjen MA). Kasus di KPK yang pernah berkaitan dengan profesi itu adalah perkara suap dalam jual-beli perkara di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus). Nurhadi sebagai mantan Sekjen MA memang beberapa kali dipanggil KPK, tetapi statusnya sampai saat ini sebagai saksi.

Lalu, kasus korupsi terkait Wisma Atlet di Hambalang yang menjerat sejumlah nama, termasuk Anas Urbaningrum sebagai mantan Ketua Umum Partai Demokrat serta mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Andi Mallarangeng. Terakhir, kasus di Bengkulu yang dimaksud Iqbal adalah dugaan penganiayaan ketika Novel masih aktif sebagai polisi.

Ini 6 Kasus High Profile yang Diduga Bisa Latar Belakangi Teror Novel


Simak Video "Amnesty Klaim Amerika Serikat Dukung Penyelesaian Kasus Novel"
[Gambas:Video 20detik]

(dhn/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com