detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 14:14 WIB

BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jakarta Utara Terjadi pada Agustus

Arief Ikhsanudin - detikNews
BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Jakarta Utara Terjadi pada Agustus Sungai Ciliwung mengering akibat kemarau. (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kemarau sudah melanda Jakarta. BMKG menyebut wilayah Jakarta Utara sudah lebih dari dua bulan tidak diguyur hujan.

"Berdasarkan monitoring kita, BMKG, wilayah Jakarta Utara sudah ada yang lebih dari 60 hari tidak ada hujan. Kemudian, daerah Jakarta lainnya 31-60 hari. Jadi 1-2 bulan," kata Kepala Subbidang Informasi Iklim BMKG, Adi Ripaldi, saat dihubungi, Rabu (17/7/2019).




Kejadian itu berefek pada ketersediaan air tanah. Tapi masih aman bagi masyarakat yang menggunakan air PAM.

"Bagi yang menggunakan dari PDAM, mungkin masih tidak terdampak ya. Tapi bagi masyarakat yang memanfaatkan sumur dangkal, sudah mulai terdampak. Di beberapa daerah sudah terjadi laporan masyarakat sudah mulai beli air bersih," ucap Adi.

Adi menyebut kemarau akan terjadi sampai Oktober di Jakarta. Sedangkan puncak kemarau terjadi pada Agustus dan September.

"Kalau di Jakarta Utara (puncak kemarau) sekitar Agustus, Jakarta Selatan dan yang lainnya sekitar September," ucap Adi.




Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati memperkirakan puncak musim kemarau di Indonesia tahun ini akan terjadi pada Agustus. Dampaknya akan terjadi kekeringan di beberapa wilayah.

"Yang kami laporkan (kepada Presiden Jokowi) adalah prediksi puncak musim kemarau adalah bulan Agustus dan dampaknya berupa kekeringan itu bisa sampai September untuk wilayah di sebelah selatan Khatulistiwa," kata Dwikorita seusai rapat terbatas dengan Presiden Jokowi di kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/7).
(aik/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com