detikNews
Rabu 17 Juli 2019, 11:17 WIB

Mengeluh Bantuan Gempa, Pengungsi Sempat Huni Sel Tahanan 106 Hari

Andi Saputra - detikNews
Mengeluh Bantuan Gempa, Pengungsi Sempat Huni Sel Tahanan 106 Hari Ilustrasi (dok.detikcom)
Mataram - Warga Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Amusrien Kholil, akhirnya dibebaskan Pengadilan Negeri (PN) Mataram. Hakim menyatakan komentarnya di Facebook adalah keluhan penanganan korban gempa, tidak ada niat jahat.

"Di kepolisian tidak ditahan," kata pengacara Kholil, Yan Mangandar, saat berbincang dengan detikcom, Rabu (17/7/2019).

Saat berkas dilimpahkan ke kejaksaan, Kholil mulai ditahan. Buruh bangunan itu berserta keluarganya sangat kaget.

"Dia kaget, sangat kaget sampai ditahan. Dia tidak punya iktikad jahat, kecuali sebagai korban gempa," ujar Yan.


Kholil merupakan korban gempa NTB pada Juli 2018. Rumahnya yang baru dia bangun roboh. Kakek dan keponakannya meninggal dunia karena terkena reruntuhan. Ditinggalkan dua anggota keluarganya, Kholil harus tinggal di tenda pengungsian bersama istri dan anaknya yang berusia 2 tahun. Selama 2 bulan, ia tinggal di tenda pengungsian dengan keterbatasan bantuan. Selama itu, hujan kerap membasahi tendanya sehingga secara psikologis ia sangat terpuruk.

Hal itulah yang membuat ia berkomentar di status Facebook temannya, yaitu:

Bunuh dan seret semua jajaran PEMDA KLU kalau tidak segera merealisasikan dana bantuan tersebut...........bantai semua para pemangku kebijakan yang bertele2 dlm mengayomi warga korban....sy sangat tidak setuju dan semua kebijakan yg dikeluarkan olh PEMDA.....


Komentar di Facebook itu membuat Pemda tersinggung dan mempolisikan Kholil. Namun PN Mataram membebaskan Kholil karena tidak terbukti melanggar UU ITE.

"Dia mulai ditahan di tahap 2 dari 27 Maret 2019 hingga putusan bebas pada Rabu 10 Juli (106 hari)," tutur Yan.

Sementara itu, kejaksaan tetap dalam tuntutannya dan memilih mengajukan kasasi dalam kasus tersebut.

"Jaksa wajib mengajukan kasasi atas vonis bebas pada pengadilan tingkat pertama. Jadi memori kasasinya sedang kita susun. Namun pada intinya pertimbangannya akan sesuai dengan yang ada pada surat tuntutan jaksa," kata Kepala Kejari Mataram Ketut Sumadana.



Simak Video "Pejudi Sabung Ayam Kocar Kacir Digerebek Polisi"
[Gambas:Video 20detik]

(asp/aan)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com