detikNews
2019/07/17 06:31:53 WIB

Round-Up

Ribut Menteri Yasonna vs Wali Kota Arief Wismanyah Gegara Tanah

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ribut Menteri Yasonna vs Wali Kota Arief Wismanyah Gegara Tanah Foto: Ilustrasi Fokus Walkot Tangerang vs Menkum HAM (Mindra Purnomo/detikcom)
Tangerang - Ribut-ribut antara Wali Kota Tangerang, Arief Wismansyah, dan Menkum HAM, Yasonna Laoly, bikin geger. Permasalahan yang berpangkal dari masalah tanah ini lalu berlanjut menjadi laporan ke polisi.

Cerita Versi Menkum HAM

Menkum HAM Yasonna Laoly menjelaskan awal mula perkara tersebut, yaitu dari pembangunan Politeknik Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum dan HAM di Kota Tangerang. Menurut Yasonna, izin untuk pembangunan politeknik itu dipersulit.

"Lah ceritanya itu kan pemerintah Tangerang Kota banyak memakai tanah-tanah kita. Itu kantor wali kota tanah Kumham, tapi sudah diserahkan. Masih banyak tanah Kumham yang dipakai dibangun Pemkot tak ada izin dari kita. Kemudian waktu kita bangun politeknik sampai sekarang tak keluar izinnya. Sudah disurati apa ada kekurangan izin, perlengkapan, tidak ada, tidak dijawab jawab," tutur Yasonna kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (16/7/2019).



Politeknik itu akhirnya tetap dibangun. Nah, saat Yasonna meresmikan politeknik itu pada 9 Juli 2019 lalu, dia melempar sindiran ke Wali Kota Tangerang.

"Waktu kemarin sudah kita resmikan, saya bilang Wali Kota Tangerang kayaknya nggak ramah sama Kumham. Langsung itu dia hahaha...," kata Yasonna tak meneruskan kalimatnya.

Ribut Menteri Yasonna vs Wali Kota Arief Wismanyah Gegara TanahFoto: Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. (Andhika-detikcom)


Cerita Versi Pemkot Tangerang

Versi Humas Pemkot Tangerang, Wali Kota tak berniat mempersulit, namun ingin lahan-lahan milik Kemenkum HAM dimanfaatkan lebih luas untuk kepentingan rakyat Tangerang.

"Intinya Pak Wali berkeinginan fasos fasum itu ada sebagian lahan punya Kemenkum HAM diserahkan ke Pemkot Tangerang untuk dijadikan semacam alun-alun, lahan terbuka hijau untuk kepentingan masyarakat kota Tangerang," kata Kabag Humas Pemkot Tangerang Achmad Ricky Fauzan saat dihubungi, Selasa (16/7/2019).



Fauzan mengatakan, bagi Pemkot, masyarakat Tangerang rugi jika semua lahan Kemenkum HAM dijadikan gedung. Alasannya, Kota Tangerang tak punya banyak lahan untuk fasilitas umum.

"Karena kalau semua dijadikan gedung oleh Kemenkum HAM, artinya masyarakat Tangerang tidak dapat apa-apa dari sekian luas 180 Ha lebih, kita fasos fasum-nya kan masih sangat sedikit, jadi kita berkeinginan minta fasos fasum untuk alun-alun. Jadi sempat ada miskomunikasi memang," ucapnya.

Setelah disindir 'nggak ramah' oleh Yasonna saat peresmian Politeknik BPSDM 9 Juli Lalu, Wali Kota Arief lalu menyurati Kemenkum HAM meminta klarifikasi atas sindiran.

Wali Kota Tangerang Arief WismansyahWali Kota Tangerang Arief Wismansyah


Soal politeknik yang diresmikan Yasonna, Arief menjelaskan izin untuk bangunan politeknik itu memang belum dikeluarkan hingga sekarang. Namun bukan karena mempersulit, melainkan menunggu pengesahan tata ruang Kota Tangerang.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com