detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 21:28 WIB

Kerugian Fisik Akibat Beton Proyek Tol BORR Ambrol Capai Rp 1 Miliar

Farhan - detikNews
Kerugian Fisik Akibat Beton Proyek Tol BORR Ambrol Capai Rp 1 Miliar Proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR). (Foto: Farhan/detikcom)
Bogor - PT Marga Sarana Jabar (MSJ) menyebut mengalami kerugian fisik sebesar Rp 1 miliar akibat ambrolnya beton tiang pada proyek pembangunan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) sesi 3A pada pekan lalu. Sementara untuk kerugian dampak sosial masih dihitung.

"Secara fisik kerugian konstruksi atau beton dan besi, ya Rp 1 miliar lah. Kalau jumlah kerugian dampak sosial masih dihitung oleh kontraktor," kata Dirut PT MSJ Hendro Atmodjo, kepada wartawan, Selasa (16/7/2019).



Kerugian tersebut menurut Hendro harus ditanggung oleh perusahaan pelaksana proyek dalam hal ini PT Pembangunan Perumahan (PP). Hal tersebut, lanjut Hendro, sudah disampaikan melalui surat teguran yang kirim PT MSJ kepada kontraktor pada Kamis (11/7/2019) atau sehari setelah ambruknya beton tiang pada proyek pembangunan tol BORR sesi 3A.

"Kemudian dalam teguran itu juga disebutkan bahwa semua biaya yang timbul dari musibah ini tanggung jawab dari kontraktor semua. Termasuk penggantian (konstruksi) yang rusak, termasuk pelaksanaan traffic manajemen, termasuk dana sosial, karena ada beberapa mungkin tuntutan dimana ada rumah makan dan lain-lain yang tidak berproduksi dengan maksimal, karena sistem buka tutup dan contraflow yang dilakukan," papar Hendro.

Jika Komite Keselamatan Konstruksi KemenPUPR merekomendasi penggantian kepala proyek dan kepala konsultan, maka PT MSJ meminta agar PT PP juga mengganti pekerja yang tidak cakap dan tidak kompeten.

"Yang kedua tidak ada perpanjangan waktu atas kejadian ini. Sehingga harus tetap selesai pada 31 Desember 2019," tegas Hendro.



Sebelumnya, Hendro mengatakan ambrolnya tiang beton proyek pembangunan Tol BORR sesi 3A disebabkan oleh human error. Hendro menyebut ada instrumen proyek yang tidak dipasang sesuai dengan spesifikasi oleh pihak pelaksana proyek dan disetujui oleh pihak konsultan.

"Penyebabnya murni human error. Di tiang kesepuluh ini ada satu long bean yang tidak dipasang. Ini metode pengerjaannya sama saja dengan tiang lain, bisa saja entah ini disengaja atau tidak, bisa saja entah tidak terlihat. Seharusnya (dipasang) dua long bean, tetapi dipasang hanya satu," kata Hendro kepada di Jalan Sholeh Iskandar, Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (16/7).

"Kalau tiang lain tidak ada masalah," sambungnya. Hendro mengatakan kesimpulan itu berdasarkan hasil investigasi Tim Keselamatan Konstruksi PUPR.

Hasil investigasi yang dilakukan Komite keselamatan Konstruksi pada Kementerian PUPR disebut Hendro sudah keluar. Salah satunya merekomendasi agar kepala proyek dari PT Pembangunan Perumahan (PP) dan kepala pengawas dari perusahaan konsultan PT Indec KSO diganti.



Simak Video "Cor Beton Proyek Jalan Tol BORR Ambruk, 2 Pekerja Terluka"
[Gambas:Video 20detik]

(idn/idn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed