detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 18:38 WIB

KPK Pertimbangkan Lapor Pengawal Tahanan yang Terima Duit ke Polisi

Haris Fadhil - detikNews
KPK Pertimbangkan Lapor Pengawal Tahanan yang Terima Duit ke Polisi Ilustrasi Gedung KPK (Foto: Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta - KPK memecat seorang pengawal tahanan karena menerima uang dari saat mengawal Idrus Marham ke RS. Menurut KPK, ada unsur pidana dalam perbuatan tersebut sehingga pihaknya mempertimbangkan untuk melapor ke polisi.

"Setelah dilakukan penyelidikan karena ada unsur pidananya, maka tidak ada lagi sidang etik. Langsung kita melakukan pemecatan dan mungkin kita akan lakukan pelaporan kepada APH (aparat penegak hukum) yang lain," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (16/7/2019).

Namun rencana pelaporan ini masih dipertimbangkan KPK. Sebab, pengawal tahanan tersebut sudah mendapat sanksi berat, yaitu dipecat karena menerima Rp 300 ribu.


"Kita lagi bicarakan. Apakah akan, tapi jumlahnya Rp 300 ribu gitu loh. Apakah penghukuman dengan memecat belum cukup, kita lagi lihat dan itu yang sedang kita bicarakan di tingkat pimpinan," ucapnya.

Dia mengatakan belum mengetahui secara detail apa hubungan pemberi duit ke pengawal tahanan itu dengan Idrus. Pemberi duit, kata KPK, belum diperiksa karena pengawal tahanan tersebut sudah lebih dulu mengakui perbuatannya.


Syarif juga menyebut pengawal tahanan yang dipecat itu mendapat gaji sekitar Rp 5 juta per bulan. Status pengawal tersebut, sebelum dipecat, adalah pegawai tidak tetap (PTT).

"Gaji pengawal tahanan, mereka itu PTT, gajinya kalau nggak salah sekitar Rp 5 jutaan," kata dia.

Febri menjelaskan alasan hasil pemeriksaan internal terhadap pengawal tahanan ini dipublikasikan, berbeda dengan pemeriksaan internal lainnya, seperti kepada eks Deputi Penindakan KPK Irjen Firli yang tidak dipublikasi. Menurut Syarif, pemeriksaan internal kepada Firli itu belum tuntas dan yang bersangkutan keburu ditarik oleh Polri.


"Itu ada unsur pidana, maka kita langsung mengeluarkan. Yang lain itu, itu kan prosesnya sedang berjalan waktu itu tapi ada penarikan. Itu makanya kita nggak boleh kepada publik sesuatu keputusan yang belum final," jelasnya.

KPK sebelumnya telah memecat pengawal tahanan yang mengawal Idrus Marham ke RS MMC Jakarta pada 21 Juni 2019. Pengawal tersebut dipecat karena menerima uang Rp 300 ribu.

Selain itu, terkait peristiwa ini, Ombudsman menyimpulkan adanya maladministrasi dan meminta pimpinan KPK menegur sejumlah pejabat internal yang yang bertanggung jawab pada pengawalan tahanan KPK. Ombudsman juga memutarkan rekaman CCTV yang menunjukkan seseorang yang diduga pengawal tahanan KPK menerima uang.



Simak Juga 'Video Pegawai KPK Terima Uang, Buntut Pelesiran Idrus Marham':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "'Disentil' Ombudsman, KPK akan Perbaiki SOP Pengawalan Tahanan"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed