detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 16:05 WIB

Akan Dipolisikan Gegara Isu Politik Uang Wagub DKI, PSI Anggap Konsekuensi

Mochamad Zhacky - detikNews
Akan Dipolisikan Gegara Isu Politik Uang Wagub DKI, PSI Anggap Konsekuensi Rian Ernest (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - Fraksi Demokrat-PAN DPRD DKI Jakarta berencana melaporkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke polisi karena dinilai melakukan penghinaan terkait isu dugaan politik uang dalam pemilihan Wagub DKI. PSI menganggap rencana pelaporan polisi tersebut sebagai bentuk konsekuensi perjuangan.

"Kan PSI lahir karena mau berantas korupsi dong. Jadi apa pun yang kami katakan ini sejalan dengan garis partai kami. Kalau dari akibat dari itu ada laporan ke polisi, ya itu konsekuensi perjuanganlah," kata Wakil Ketua DPW PSI DKI Rian Ernest saat dimintai tanggapan, Selasa (16/7/2019).




Menurut Rian, pihak DPRD DKI seharusnya berterima kasih kepada PSI karena berani mengungkapkan isu dugaan politik uang dalam pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno. Isu tersebut, sambung dia, semestinya menjadi pengingat para anggota DPRD DKI supaya selalu menjaga integritas.

"Jadi kalau ada pihak yang melaporkan saya, itu haknya beliau, silakan saja. Tapi kalau dari saya, pertama, mungkin lebih baik sebenarnya kalau teman-teman DPRD ini berterima kasih. Artinya, ada wakil dari PSI yang mengungkapkan kepada publik ada rumor nih, ada rumor transaksi politik," terang Rian.

"Dan dalam bayangan saya justru teman-teman ini jadi saling mengingatkan satu sama lain di DPRD bahwa ya kita jangan ambil duit nih, ayo kita saling jaga integritas. Itu yang saya bayangkan sebenarnya," imbuhnya.

Rian sendiri mengaku heran atas rencana Fraksi Demokrat-PAN melaporkannya ke polisi. Namun dia menyadari tak bisa melarang pihak yang ingin melaporkannya.

"Tapi kalau hari ini saya jadi dilaporkan, saya juga bingung. Saya nggak kenal siapa yang melaporkan saya, saya nggak pernah sebut fraksinya, institusinya. Jadi ya saya anggap, ya sudah ini adalah laporan, laporan hak beliau," ucap Rian.




Dia juga menegaskan tak punya niat mendiskreditkan DPRD DKI selaku institusi ataupun anggota Dewan.

"Saya pikir ya nggaklah, saya nggak ada niatan mendiskreditkan, nggak ada. Saya cuma ingin memberikan informasi yang saya dapat," jelasnya.

PSI sebelumnya menilai proses pemilihan Wagub DKI 'rawan'. PSI mengaku mendengar kabar adanya dugaan politik uang dalam pemilihan wagub pengganti Sandiaga Uno itu.

"PSI Jakarta menilai bahwa proses pemilihan Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno yang sedang berjalan ini sangat rawan akan timbulnya politik transaksional di belakang layar," kata Rian Ernest dalam keterangan tertulis kepada wartawan.




Rian bersama sejumlah pengurus PSI lainnya menggelar jumpa pers khusus mengenai rumor politik uang dalam pemilihan Wagub DKI ini. Jumpa pers digelar di kantor DPP PSI di Jl Wachid Hasyim, Tanah Abang.

"Hingga terdengar kabar bahwa ada serangkaian persekongkolan dalam menentukan syarat kuorum pada rapat pemilihan Wagub DKI Jakarta yang harus dibayar dengan nilai uang tertentu," tutur Rian.


Mendagri Sebut Bukan Salah Anies 11 Bulan DKI Tanpa Wagub:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Rian Ernest Bicara Asal-Usul Dugaan Politik Uang di Pilwagub DKI"
[Gambas:Video 20detik]

(zak/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com