detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 13:19 WIB

BMKG Imbau Warga Hindari Bangunan Rusak Akibat Gempa M 5,8 Bali

Zakia Liland - detikNews
BMKG Imbau Warga Hindari Bangunan Rusak Akibat Gempa M 5,8 Bali Konpers BMKG soal Gempa Bali (Foto: Zakia/detikcom)
Jakarta - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M) 5,8 yang mengguncang Bali mengakibatkan sejumlah bangunan rusak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau warga mewaspadai bangunan rusak akibat gempa.

"Karena ini cukup besar. Jadi, ada dampak pada perumahan-perumahan maupun penduduk. Jadi, tetap waspada terhadap dampak dari kerusakan, artinya dari keselamatan bisa menghindari kerusakan tersebut," kata Deputi Bidang Geofisika BMKG, Muhammad Sadly di kantornya, Jl Angkasa I, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).



Sebelum kembali ke rumah, Sadly meminta warga untuk mengecek kembali kondisi ketahanan rumah. Sadly mengatakan gempa susulan di Bali masih mungkin bisa terjadi.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa. Gempa susulan kan kemungkinan masih bisa terjadi. Kalau sudah misalnya sudah agak sedikit, nggak rusak. Kalau ada gempa susulan, dia akan semakin rentan, akan bahaya reruntuhan itu," sambungnya.



Ia juga mengingatkan warga untuk kembali ke rumah jika yakin kondisi sudah benar-benar aman. Rumah dirasa cukup tahan gempa dan tidak akan membahayakan jika terjadi gempa susulan.

"Sehingga untuk keselamatan untuk diperiksa bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah. Jadi, bisa kembali ke rumah tapi tetap waspada memeriksa kondisi yang ada di bangunan rumah tersebut sehingga kita betul-betul bisa aman," imbuh Sadly.



Gempa ini terjadi dengan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 9,08 LS dan 114,55 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 km arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Gempa berkedalaman 104 km ini terjadi pada pukul 07.18 WIB dan dirasakan kuat hingga sebagian wilayah di NTB dan Jawa Timur. Adapun gempa disebabkan aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempang Eurasia.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis naik mendatar (oblique thrust fault)," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono, yang dilansir Antara, Selasa (16/7/2019).


Dampak Gempa M 6 di Bali, Genting SD dan Kantor Camat Rontok:

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Doa Netizen Mengalir Pasca Gempa Bali Pagi Tadi"
[Gambas:Video 20detik]

(knv/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com