detikNews
2019/07/16 06:44:59 WIB

Round-Up

Geger Isu Politik Uang Wagub DKI, Apa Bukti PSI?

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Geger Isu Politik Uang Wagub DKI, Apa Bukti PSI? Foto: Ilustrasi pemilihan Wagub DKI pengganti Sandiaga Uno (Edi Wahyono)
Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuat geger dengan melempar isu dugaan politik uang dalam proses pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta. PSI mengaku mendengar kabar ada dugaan persekongkolan terkait syarat kuorum dalam pemilihan Wagub DKI di DPRD.

PSI nampak serius merespons isu dugaan politik uang tersebut, sampai-sampai membuat konferensi pers khusus soal isu tersebut. Lantas bukti apa yang dimiliki PSI?




"PSI Jakarta menilai bahwa proses pemilihan Wagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno yang sedang berjalan ini sangat rawan akan timbulnya politik transaksional di belakang layar," kata Wakil Ketua DPW PSI DKI, Rian Ernest dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (15/7/2019).

"Hingga terdengar kabar bahwa ada serangkaian persekongkolan dalam menentukan syarat kuorum pada rapat pemilihan Wagub DKI Jakarta yang harus dibayar dengan nilai uang tertentu," imbuhnya.


Wakil Ketua DPW PSI DKI, Rian Ernest.Wakil Ketua DPW PSI DKI, Rian Ernest. (Foto: Lamhot Aritonang)


PSI Bahkan meminta KPK ikut andil dalam pemilihan Wagub DKI. Pemantauan yang dilakukan KPK, dinilai PSI bisa mencegah terjadinya jual-beli jabatan di lingkungan Pemprov DKI.

"Berdasarkan rumor tersebut, PSI Jakarta meminta tim dari KPK untuk mulai melakukan pemantauan demi mencegah terjadinya tindakan jual-beli jabatan dalam proses pemilihan wagub DKI Jakarta ini," terang Rian.

Isu dugaan politik uang dalam pemilihan pengganti Sandiaga Uno direspons oleh sejumlah fraksi di DPRD. Gerinda selaku partai yang punya wewenang mengajukan calon wagub satu suara meminta PSI membuktikan dugaan tersebut.

"Kalau saya begini. Itu sah bicara, tapi kan harus dibuktikan. Di Jakarta ada perangkat hukum. Ada indikasi seperti itu, harusnya kan ada buktinya," ujar Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Abdul Ghoni.



Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed