detikNews
Selasa 16 Juli 2019, 03:32 WIB

Eks Kabiro Pembangunan Sulsel Bantah Atur Pemenang Proyek Jalan Rp 34 M

Reinhard So - detikNews
Eks Kabiro Pembangunan Sulsel Bantah Atur Pemenang Proyek Jalan Rp 34 M Sidang hak angket Gubernur Sulsel (Reinhard Soplantila/detikcom)
Makassar - Dalam sidang angket Gubernur Sulsel, eks Kepala Biro Pembangunan Sulsel Jumras membantah keterangan telah memberikan proyek pembangunan Jalan Sinjai-Bulukumba senilai Rp 34 miliar kepada PT Putra Utama Global milik pengusaha Hartawan. Jumras mengakui hanya memanggil Hartawan untuk bertemu dengan dua pengusaha Ferry Tandiari dan Agung Sucipto alias Angguh.

"Saya kasih ketemu sama Ferry maksudnya supaya dia bersepakat seumpama dia mau bekerja silakan ketemu ajak bicara karena saya tidak mau campuri," ujar Jumras di dalam persidangan, pada Senin (15/7/2019) malam.

Pertemuan itu terjadi di sebuah barber shop di Jalan Bau Mangga milik pengusaha Irfan Jaya. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh Jumras, Irfan Jaya, Agung Sucipto, Ferry Tandiari, dan Kepala Bapenda Andi Sumardi Sulaiman yang memilih terlebih dahulu pulang sebelum kedatangan Sumardi.


Jumras dalam pertemuan itu membantah telah memperkenalkan Hartawan sebagai pemenang dan telah menebus fee sebesar 7,5 persen terhadap proyek tersebut.

"Tidak pernah saya berbicara begitu, saya hanya bilang (Hartawan) ini membantu memfasilitasi saya," ungkap Jumras.

Selain itu, dalam persidangan ini diketahui terdapat campur tangan dari pihak yang disebut orang pusat dari Jakarta, untuk meloloskan pemenang proyek peningkatan ruas jalan di Palampang-Munte-Bontololempangan di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba senilai Rp 34 miliar. Proyek itu disebut melibatkan seorang fasilitator.


"Kalau ada tamu dari Jakarta temannya itu Nasri, Nasri kalau dia fasilitasi duduk-duduk di mana. Saya anggap ini Hartawan ada minatnya untuk bekerja juga, setelah ketiganya selesai turun dia minat besar mau kerja tapi dia tahu Nasri akan ada permintaan itu," sambungnya.

Meski demikian, dalam proyek tersebut data tender yang didapatkan oleh tim Pansus Angket Gubernur Sulsel, pemenang proyek ruas jalan itu memang PT Putra Utama Global milik Hartawan, sebelum akhirnya disanggah oleh PT Agung Perdana Bulukumba. Jumras pun mengaku sudah tidak mengetahui terkait pemenang tender ini, karena terlebih dahulu dipecat oleh Gubernur dari jabatannya.

"Saya tidak tahu siapa, saya tidak ikut perkembangan," tutur Jumras.


Sebelumnya, pansus Hak Angket kembali mengungkap dugaan bagi-bagi proyek senilai miliaran rupiah di tubuh Pemprov Sulsel. Salah satu pengusaha yang dihadirkan mengungkap ada fee 7,5 persen yang dibayarkan untuk mendapatkan sebuah proyek senilai Rp 34 miliar.

Hal ini terungkap saat pengusaha Irfan Jaya dihadirkan oleh Pansus Hak Angket Gubernur Sulsel di Makassar, Selasa (15/7/2019). Irfan Jaya dihadirkan sebagai saksi lantaran hadir pada pertemuan antara eks Kepala Biro Pembangunan Sulsel Jumras, Kepala Bapenda Sulsel Andi Sumardi Sulaiman, dan dua pengusaha, yaitu Agung Sucipto dan Ferry Tandiary.

Irfan dalam kesaksiannya menyebut menghubungi Sumardi untuk mengkonfirmasi adanya omongan bahwa ada fee yang harus dibayarkan untuk mendapatkan proyek di Sulsel. Selanjutnya mereka janjian bertemu di Kafe Mama di Makassar pada sekitar bulan April.


"Saya ke Mama Cafe, saya ajak dua pengusaha, Pak Ferry dan Angguh, dan ketemu di depan Mama Cafe. Karena tutup, dan kebetulan saya ada barbershop, kami berempat di barber. Lalu Pak Jumras datang," kata Irfan di depan Pansus Hak Angket.

Irfan mengatakan Sumardi, yang melihat dua pengusaha itu, tampak tidak nyaman dan tidak lama berselang pamit dan meminta Pak Jumras yang bertemu dengan dua pengusaha itu.

"Lalu dia pergi, lalu Pak Ferry, Angguh, dan Jumras. Pak Angguh lebih banyak di luar, akhirnya Pak Ferry cerita dua proyek ini, kurang-lebih minta petunjuk. Lalu Pak Jumras mengatakan proyek ini nilai ada fee 7,5 persen," sebutnya.


Disebutkannya, Jumras mengatakan kepada Ferry bahwa dirinya tidak menjamin pengusaha itu akan mendapatkan proyek peningkatan ruas jalan di Palampang-Munte-Bontololempangan di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba senilai Rp 34 miliar.

"Itu proyeknya yang di Palampang-Munte-Bontololempangan nilai Rp 34 miliar yang ada di Kabupaten Sinjai dan Bulukumba," kata Irfan.

"Lalu Pak Jumras bilang, kalau orang sudah bayar 7,5 persen, saya siap pasang badan," sambungnya.

Jumras kemudian menelepon Hartawan dan mempertemukan dengan dua pengusaha sebelumnya. Jumras, kata Irfan, langsung pergi setelah para pengusaha itu bertemu.



Tonton video Cor Beton Proyek Jalan Tol BORR Ambruk, 2 Pekerja Terluka:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Serobot Lahan Warga, 10 Karyawan Tambang Disandera"
[Gambas:Video 20detik]

(jbr/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed