detikNews
Senin 15 Juli 2019, 21:48 WIB

6 Komodo yang Diselamatkan dari Pasar Gelap Dilepas ke Habitatnya di NTT

Audrey Santoso - detikNews
6 Komodo yang Diselamatkan dari Pasar Gelap Dilepas ke Habitatnya di NTT Foto: Enam ekor komodo dilepas ke habitat aslinya di Pulau Ontoloe, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) (dok. Istimewa).
Jakarta - Enam ekor komodo dilepas ke habitat aslinya di Pulau Ontoloe, Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pelepasan ini dilakukan oleh pihak kepolisian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), jajaran Pemda Ngada serta LSM yang bergerak di bidang satwa.

"Kegiatan dilaksanakan di dermaga wisata TWAL 17, Pulau Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada pada Senin, 15 Juli 2019, pukul 08.00 sampai 12.00 Wita," kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dalam keterangannya, Senin (15/7/2019).

Fadil menjelaskan enam ekor komodo tersebut diselamatkan dari pasar gelap oleh Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim dan Polda Jawa Timur beberapa waktu lalu. Serah terima komodo dilakukan oleh dirinya kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) NTT.

"Satwa liar ini merupakan hasil pengungkapan kasus di Surabaya pada Februari 2019. Illegal wildlife trade adalah kejahatan serius yang harus diperangi, khususnya untuk pelaku yang terorganisir dengan market sampai ke mancanegara," terang Fadil.

Fadil menyerukan pentingnya sosialisasi tentang bahaya kejahatan perdagangan satwa ilegal dan pentingnya sinergitas antara lembaga dan penegak hukum terkait. Jika tidak, lanjut Fadil, dia khawatir satwa langka tersebut akan punah.

"Kegiatan sosialisasi, sinergi kelembagaan dan penegakkan hukum harus diperkuat. Jika tidak, beberapa satwa kategori terbatas akan punah seperti komodo, orang utan, harimau sumatera, beberapa jenis aves," tutur dia.


Fadil menegaskan pihaknya akan selalu hadir dalam barisan terdepan untuk memerangi perdagangan satwa yang seharusnya dilindungi. Fadil juga menambahkan para pedagang ilegal yang tertangkap juga dijerat pasal tindak pidana pencucian uang oleh pihaknya.

"Bareskrim hadir sebagai bentuk kerjasama dalam rangka menjaga satwa langkah khas Indonesia. Para pelaku di kenakan juga UU TPPU," tutup Fadil.

Simak Video "Polri Ungkap Sindikat Peredaran Uang Palsu di Tiga Wilayah Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(aud/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com