detikNews
Senin 15 Juli 2019, 21:35 WIB

Doso Agung: Pelindo III Jamin Kelancaran Operasional TPKS

Akfa Nasrulhak - detikNews
Doso Agung: Pelindo III Jamin Kelancaran Operasional TPKS Foto: Dok Pelindo III
Jakarta - Direktur Utama Pelindo III Doso Agung menjamin pelayanan operasional bongkar muat di Terminal Peti Kemas Semarang (TPKS), Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, berjalan lancar. Ia menyebut ada 2 tahap yang akan dilakukan agar operasional di TPKS kembali normal.

"Ada 2 tahap yang akan dilakukan untuk menormalkan kembali operasional di TPKS yaitu pertama pada saat proses evakuasi CC 03 (selama 4-5 hari ke depan) memastikan semua layanan jadwal tambat kapal internasional (windows schedule) tidak ada yang pindah hari, hanya bergeser jam," kata Doso, dalam keterangan tertulis, Senin (15/7/2019).

Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers terkait insiden tertabraknya 1 unit container crane (CC) atau derek peti kemas oleh kapal MV. Soul of Luck, pada Minggu (17/4/2019).


Doso melanjutkan, tahap kedua yaitu memindahkan CC 08 dari dermaga utara ke dermaga selatan, yang membutuhkan waktu kira-kira 2 minggu pasca-kejadian. Sehingga, jadwal pelayanan kapal petikemas internasional dan domestik di TPKS akan beroperasi normal seperti sedia kala.

"Apabila setelah relokasi CC tersebut terjadi penurunan kinerja pada terminal domestik akan dilakukan penambahan peralatan, sebalum CC pengganti tiba," tambah Doso.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas 1 Tanjung Emas, Ahmad Wahid, meluruskan tentang maksud dari keterlibatan kapal pandu dan kapal tunda milik anak usaha Pelindo III, Pelindo Marine Service.

"Keberadaan kapal pandu dan kapal tunda dalam setiap proses penyandaran kapal ke dermaga merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menjamin keselamatan dan keamanan pelayaran di pelabuhan. Jadi adanya keterlibatan tersebut merupakan prosedur yang benar," ujarnya.

Ahmad mengungkapkan semua pihak harus menunggu hasil dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk mengetahui penyebab dari insiden di TPKS. Meski begitu, berdasarkan analisa awal dan mendengar pengakuan saksi-saksi mata, kemungkinan besar adalah karena gagal berfungsinya mesin kapal untuk melambatkan laju kapal, ketika bermanuver di kolam pelabuhan. Hingga akhirnya tetap menabrak dermaga dan CC.

Dua kapal tunda yang mencoba membantunya saat itu pun gagal memperlambat karena jarak dengan dermaga sudah terlampau dekat. Sehingga benturan dengan crane tidak dapat dihindari.

"Ini murni kecelakaan, tidak ada kesengajaan dan kelalaian," katanya.


Hal positif juga diungkapkan oleh Ketua DPC INSA Semarang Ridwan. Pihaknya mengapresiasi respon cepat dan kompak dari KSOP dan Pelindo III untuk mengatasi insiden tersebut.

"Hanya butuh 3 jam untuk kembali beroperasi normal atau sekitar setengah sembilan malam sudah dikerjakan lagi. Ketika insiden terjadi juga ada kapal anggota kami lainnya yang sedang bongkar muat. Semua akhirnya lancar," jelasnya.

Meski begitu, Ridwan mengingatkan bahwa ke depan tetap ada hal terpenting yaitu langkah antisipasi. Untuk langkah teknis, menurutnya yang terpenting yaitu segera menyingkirkan CC yang roboh keluar terminal. Agar alur truk tidak terhambat.

"Bahkan minggu depan kami diajak simulasi dengan 6 crane yang beroperasi di TPKS agar produktivitasnya tetap baik. Semoga penanganan segera terlaksana dengan baik," harapnya.

Simak Video "Kapal Tabrak Crane hingga Ambruk di Pelabuhan Semarang"
[Gambas:Video 20detik]

(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com