detikNews
Senin 15 Juli 2019, 20:56 WIB

Round-Up

Parkir Bus Airlangga Vs Parkir Tesla Bamsoet di Istana

Tim detikcom - detikNews
Parkir Bus Airlangga Vs Parkir Tesla Bamsoet di Istana Kompleks Istana Kepresidenan (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Dua kandidat calon Ketua Umum Partai Golkar yang akan bertarung di Munas pada akhir 2019 sudah menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana. Sang petahana Airlangga Hartarto 'parkir bus', si penantang Bambang Soesatyo membawa Tesla ke Istana.

Dari dua nama tersebut, adalah Airlangga Hartarto yang pertama kali menemui Jokowi di Istana. Airlangga membawa dua bus rombongan Golkar dalam pertemuan dengan Jokowi pada Senin (1/7/2019). Airlangga mengatakan ada 34 pengurus DPD Golkar yang hadir. "Iya, semuanya," ucap Airlangga.


Dalam pertemuannya tempo lalu itu, Airlangga menyebut Jokowi tak akan mencampuri urusan internal partai berlambang beringin itu. Soal Munas Golkar, Airlangga menyebut hajatan itu tetap akan diselenggarakan Desember 2019, tak akan dimajukan seperti desakan beberapa pihak.

"Terkait dengan internal Partai Golkar, Bapak Presiden tentu menyerahkan kepada Partai Golkar. Dan tadi sudah disampaikan agenda-agenda politik Partai Golkar sesuai dengan hasil munas luar biasa itu jatuhnya pada Desember 2019," ujar Airlangga.

Parkir Bus Airlangga vs Parkir Tesla Bamsoet di IstanaAirlangga saat menemui Jokowi dengan bus. (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Berselang dua minggu, giliran Bambang atau Bamsoet yang menemui Jokowi di Istana. Beda dengan Airlangga, Bamsoet tak pakai bus.



Bamsoet mengaku diundang Jokowi ke Istana pada Senin (15/7). Dia mengendarai Tesla ke Istana. Dalam pertemuan itu, Bamsoet mengaku hanya membahas soal kepartaian bersama Jokowi.

Parkir Bus Airlangga vs Parkir Tesla Bamsoet di IstanaBamsoet naik Tesla untuk menemui Jokowi di Istana. (Rengga Sancaya/detikcom)

"Tadi kita bicara soal Golkar saja. Tidak ada dukung-mendukung. Nggak ada dukung-mendukung," kata Bamsoet setelah bertemu dengan Jokowi.

Bamsoet mengatakan tak ada pembahasan perihal restu merestui dengan Jokowi terkait pencalonan dirinya sebagai Ketum Golkar. Bamsoet mendapat pesan dari Jokowi untuk menjaga keutuhan Golkar.


"Nggak ada restu, merestui juga nggak ada. Hanya kita bicara bagaimana Golkar ke depan harus tetap menjadi partai tengah yang bisa menyatukan semua kekuatan yang ada, dan jangan ada lagi lahir partai-partai baru dari rahim Golkar," katanya.

"Tidak ada soal calon-calonan. Kita diskusi saja itu," tegas Bamsoet.



Simak Juga 'Ketum Golkar Tetap Airlangga atau Bamsoet, Ini Kata Pengamat':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Kata Ketua DPR soal Surat Pakta Integritas Capim KPK"
[Gambas:Video 20detik]

(gbr/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com