detikNews
Senin 15 Juli 2019, 18:32 WIB

Koalisi Antikorupsi Pesimistis Kasus Novel Terungkap, Polri: Pemikiran Kerdil!

Audrey Santoso - detikNews
Koalisi Antikorupsi Pesimistis Kasus Novel Terungkap, Polri: Pemikiran Kerdil! Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Koalisi masyarakat sipil antikorupsi pesimistis Polri dapat mengungkap pelaku teror air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. Polri menilai pesimisme itu sebagai pemikiran yang kerdil.

"Orang yang pesimistis itu orang yang punya pemikiran yang kerdil, kutip itu," tegas Karo Penmas Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (15/7/2019).



Dedi menuturkan setiap pihak harus optimistis kasus Novel dapat diungkap. Dedi menambahkan Polri akan terus menyampaikan informasi terkait perkembangan penanganan kasusnya seperti halnya kasus Kerusuhan 21-22 Mei 2019.

"Kita harus optimistis. Tentu setiap proses penyidikan akan disampaikan bertahap seperti halnya kasus pengungkapan kasus kerusuhan 21-22 Mei," ujar Dedi.



Dedi menjelaskan Polri berpegang pada adagium hukum 'lebih baik membebaskan 1.000 orang bersalah daripada memenjarakan satu orang tak bersalah'.

"Itu prinsip!" tegas Dedi.

Dedi menegaskan Polri berkomitmen dalam mengungkap kasus teror Novel.

"Bukan hanya Novel. Kami juga berharap dan punya komitmen sangat kuat ungkap kasus ini," imbuh dia.

Hari ini aktivis dari ICW, Amnesty International, Kontras, dan LBH menggelar aksi teatrikal singkat di samping gedung Bareskrim Polri. Aksi bertajuk 'Melaporkan Kasus Penyerangan Novel Baswedan ke Polisi Tidur' tersebut ditujukan untuk menyinggung aparat yang belum juga mampu mengusut tuntas pelaku penyerangan penyidik senior KPK Novel Baswedan.

Aktivis antikorupsi dari ICW, Wana Alamsyah, mengaku pesimistis terhadap kerja polisi dalam mengungkap kasus Novel. Sudah dua tahun berlalu, pelaku penyerangan Novel belum juga terungkap.

"Polisi tidur itu cerminan bahwa ketika TGPF itu selesai dan Polri tidak mengumumkan, kami pesimistis terhadap kerja-kerja yang dilakukan kepolisian. Seharusnya selama dua tahun kasus Novel ditangani, itu harusnya menemukan titik terang atau tersangka," kata Wana di lokasi, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Wana juga mengungkit kasus teror bom di rumah pimpinan KPK yang hingga kini belum terungkap. Menurut Wana, negara harus hadir untuk menyelesaikan kasus-kasus tersebut agar tak terulang kejadian serupa.

"Pimpinan KPK juga pernah diintimidasi dan teror bom. Dengan adanya indikasi semacam itu, negara harus hadir dalam menuntaskan kasus yang dialami pejabat negara," tutur Wana.




Tonton Video Blak-blakan Hermawan Sulistyo: Menanti Hasil Tim Investigasi:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Menanti Titik Terang Kasus Novel Baswedan"
[Gambas:Video 20detik]

(aud/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com