detikNews
Senin 15 Juli 2019, 14:32 WIB

Festival Banjar Digelar 21 Juli, CFD 'Disulap' Jadi Pasar Terapung

Zakia Liland Fajriani - detikNews
Festival Banjar Digelar 21 Juli, CFD Disulap Jadi Pasar Terapung Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI, A.M. Fachir / Foto: Ari Saputra
Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) bersama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan kembali mengadakan Festival Banjar di Jakarta. Puncak festival ini akan dilakukan di Car Free Day (CFD) dengan mengusung tema pasar terapung.

"Sekarang kita jadikan CFD sebagai sungai seperti itu, pasar terapung itu adalah CFD," papar Wakil Menteri Luar Negeri, A.M Fachir, di Kantin Diplomasi, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jl. Pejambon, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (15/72019).



Dalam festival ini, Fachir mengatakan, akan menampilkan perahu khas Banjarmasin bernama Jukung yang biasa dipakai di pasar terapung. Atmosfer saling bertukar barang (barter) di pasar terapung akan dapat dirasakan oleh masyarakat Jakarta nantinya.

"Semua yang di jalan itu juga akan ikut ada transaksi jual jual-beli karena jukung itu sebenarnya adalah tempat orang dagang, membawa dia dulu apakah makanan, buah-buahan dan lain sebagainya. Itu terjadi transaksi biasanya adalah di sungai," sambungnya.

Parade Festival Banjar 2019 ini akan diadakan pada 21 Juli 2019 dengan rute mulai dari Museum Nasional, Jalan Medan Merdeka Barat menuju Bundaran HI, Jl. MH Thamrin.



Perwakilan asing yang ada di Jakarta akan diundang ke Festival Banjar. Mereka akan mengayuh jukung di parade.

"Karena itu secara khusus secara kita akan mengundang semua perwakilan asing yang ada di Jakarta. Gambaran saja, itu orang asing itu ikut mengayuh jukung dari Museum Nasional ke Bundaran HI," lanjut Fachir.

Kembali diadakannya Festival Banjar di jakarta merupakan suatu upaya dari Kemlu melalui misi diplomasi publiknya untuk mengangkat budaya dan kearifan lokal ke panggung nasional dan internasional. Oleh karena itu, Wamenlu Fachir berharap, ini akan dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain ke depannya untuk mengembangkan potensi yang ada.

"Jadi, ini ceritanya bagaimana membawa membawa potensi, membawa citra, membawa tradisi kearifan lokal di panggung nasional untuk kemudian diketahui oleh masyarakat internasional," pungkasnya.

Simak Video "Indonesia Kembali Jadi Anggota Dewan HAM PBB"
[Gambas:Video 20detik]

(imk/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com