detikNews
Senin 15 Juli 2019, 12:35 WIB

Banyak Mobil Dinas Cacat Administrasi, Pemprov Riau akan Tata Ulang

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Banyak Mobil Dinas Cacat Administrasi, Pemprov Riau akan Tata Ulang Mobil Pemprov Riau (Chaidir Anwar Tanjung/detikcom)
Pekanbaru - Gubernur Riau Syamsuar masih mengandangkan lebih dari 150 mobil dinas dan operasional. Mobil dinas tersebut diketahui banyak cacat adiministrasi.

Mobil dinas dan operasional ini dikandangkan sepekan menjelang Idul Fitri 1440 H. Mobil dinas dan operasional dikandangkan awalnya agar tidak dipergunakan mudik saat Lebaran.

Namun pasca-Lebaran, ternyata Gubernur Riau Syamsuar masih tetap 'menahan' mobil dinas tersebut. Mobil ini dikandangkan di halaman rumah dinas Gubernur Riau di Jl Diponegoro, Pekanbaru. Belakangan diketahui, banyak mobil dinas ini yang cacat administrasi.



"Gubernur Riau mengambil kebijakan ini untuk menata ulang soal mobil dinas dan operasional tersebut," kata Kepala Biro Humas Pemprov Riau Firdaus kepada detikcom, Senin (15/7/2019).

Firdaus menjelaskan salah satu cacat administrasi itu ada sebagian yang menunggak bayar pajak kendaraan. Ada mobil dinas dan operasional menunggak pajak lebih dari setahun.

Selain itu, kata Firdaus, cacat administrasi lainnya diketahui kendaraan dinas yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Dia mencontohkan, ASN yang semestinya belum mendapat jatah mobil dinas tapi bisa menguasai mobil dinas yang bukan untuknya.

"Jadi ada ASN yang belum layak pakai mobil dinas namun memilikinya. Tentunya ini juga menabrak aturan yang ada terkait jatah mobil dinas," kata Firdaus.

Selain itu, katanya, ada mobil dinas yang dikuasi kepala dinas lebih dari satu unit. Karena itu, pasca-Lebaran, mobil dinas tersebut tidak diperbolehkan lagi dikuasai para kepala dinas.



"Sesuai administrasi yang ada, jatah mobil untuk kepala dinas hanya satu unit. Tapi kenyataannya ada kepala dinas yang memiliki mobil dinas lebih dari satu unit," kata Firdaus.

Mobil dinas yang dikandangkan ini, katanya, merupakan sisa dari mobil dinas lainnya. Kepala dinas dan pejabat lainnya tetap diberi mobil dinas sesuai dengan kedudukannya.

"Kalau dulu ada kepala dinas menguasai dua mobil dinas, sekarang hanya diizinkan satu unit. Gubernur akan melakukan pendataan tertib administrasi, " kata Firdaus.

"Akan dilakukan pendataan ulang soal mobil dinas dan operasional ini. Nantinya, kalau sudah dilakukan pendataan secara menyeluruh dan sudah tertib administrasinya, akan dikembalikan ke dinas lainnya sesuai dengan peruntukannya," kata Firdaus.

detikcom, yang berada di lokasi tempat parkirnya mobil dinas, menghitung jumlah mobil yang dikandangkan lebih dari 150 unit. Mobil ini dikandangkan sepekan menjelang Lebaran agar tidak dipergunakan untuk mudik.

Kondisi mobil yang sudah lebih sebulan dikandangkan ini ada yang baterainya soak. Ini terlihat adanya mekanik yang melakukan jumper atas mobil saat akan dihidupkan.

Humas Pemprov Riau tidak membantah bila dikatakan bahwa baterai mobil dinas ini banyak yang tidak berfungsi. "Ya mungkin saja karena lama tak dipakai, harus di-jumper dulu. Saya rasa wajar saja kalau baterainya ada yang tidak berfungsi, ya mungkin karena lama tak dipakai," kata Firdaus.

Simak Video "Tiket Pesawat Mahal, Gubernur Riau Minta Izin Transit di Luar Negeri"
[Gambas:Video 20detik]

(cha/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com