detikNews
Senin 15 Juli 2019, 11:58 WIB

BNN: Banda Aceh Ibu Kota Provinsi dengan Tingkat Peredaran Narkoba Terendah

Agus Setyadi - detikNews
BNN: Banda Aceh Ibu Kota Provinsi dengan Tingkat Peredaran Narkoba Terendah BNN saat memusnahkan barang bukti di Aceh (Foto: Agus-detik)
Jakarta - Badan Narkotika Nasional (BNN) mengaku provinsi Aceh saat ini masih menjadi lokasi transit masuknya narkoba dari luar negeri. Namun khusus di Banda Aceh, tingkat peredaran barang haram tersebut sangat rendah.

"Aceh masih menjadi tempat transit tapi ke depan yang kita takutkan bukan hanya transit tapi jadi tujuan. Transit karena kita di sini perbatasan," kata Kepala BNN Komjen Heru Winarko kepada wartawan, Senin (15/7/2019).



Menurutnya, BNN berharap masyarakat pesisir Aceh untuk aktif melapor jika mengetahui adanya masuk narkoba dari luar negeri. Wilayah pesisir diharapkan ke depan tidak lagi menjadi tempat penyelundupan sabu.

"Dan masyarakat kalau melihat ada warga yang punya rumah bagus tapi nggak kerja nah itu harus menjadi perhatian," jelasnya.



Selain itu, BNN juga membuat beberapa program untuk mengurangi peredaran narkoba baik ganja maupun sabu. Salah satunya mendukung program pemerintah yaitu mengalihkan lahan yang dulunya ditanam ganja menjadi lahan produktif.

Hal itu, jelas Heru, untuk mengurangi pasokan dan permintaan narkoba di Tanah Rencong. Dia berharap, Serambi Mekkah ke depan tidak ada lagi narkoba.

"Itu kita buktikan di Banda Aceh satu-satunya kota provinsi di Indonesia di Aceh ini, Banda Aceh dibandingkan dengan kabupaten saja hampir sangat rendah frekuensinya. Karena apa desa-desanya aktif, gampong-gampong di sini di kota ini sehingga tidak ada masyarakat yang menggunakan dan mengedarkan narkoba," ungkap Heru.



Seperti diketahui, BNN memusnahkan 338 kilogram ganja kering serta 52 kilogram sabu dan 22.766 butir ekstasi di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Aceh. Barang haram tersebut hasil penangkapan di Depok, Jawa Barat serta Dumai, Riau.




Simak Video "BNN Bongkar Jaringan Narkoba Lintas Negara, 8 Orang Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]

(agse/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com