detikNews
Senin 15 Juli 2019, 09:21 WIB

Gerindra: Boleh Imbau soal Oposisi, Kami Punya Mekanisme Sendiri

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Gerindra: Boleh Imbau soal Oposisi, Kami Punya Mekanisme Sendiri Sufmi Dasco Ahmad (Foto: dok. pribadi)
Jakarta - Partai Gerindra menghormati imbauan agar tetap menjadi oposisi dari PAN dan PKS. Namun Gerindra menegaskan partai yang diketuai Prabowo Subianto itu memiliki mekanisme sendiri untuk menentukan arah politiknya.

"Imbauan itu boleh-boleh saja. Tapi, sebagai teman sejalan, ya kita hormati. Tapi keputusan semua ada pada forum di Partai Gerindra, yang punya mekanisme sendiri," kata Waketum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Minggu (14/7/2019).


Dasco mengatakan mekanisme tersebut telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Prabowo, yang juga bertindak sebagai Ketua Dewan Pembina, disebut Dasco akan mengambil langkah tepat sesuai dengan mekanisme yang ada di AD/ART.

Dimintai konfirmasi terpisah, Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria juga menyatakan arah politik Gerindra akan ditentukan dalam sebuah forum resmi. Menurut Riza, belum ada keputusan apakah partainya akan memutuskan tetap menjadi oposisi atau tidak.

Ahmad Riza PatriaAhmad Riza Patria (Lamhot Aritonang/detikcom)

"Ya kalau Gerindra memang belum diputuskan. Ada yang berpikir perlu di luar (pemerintahan), mungkin ada juga yang perlu di dalam (pemerintahan). Beda-beda memang kan, kita nggak tahu, pertimbangannya macam-macam. Pendukung juga kan ada yang begitu, relawan juga begitu. Untuk itu, nanti diputuskannya melalui forum, musyawarah. Dan itu bukan cuma Gerindra, semua partai begitu," ujar Riza.

Riza mengatakan belum bisa memberikan jawaban terkait arah politik Gerindra. Ia menegaskan hal itu akan diputuskan dalam sebuah forum yang dipimpin oleh Prabowo serta para petinggi partai lainnya.

"Nggak bisa dijawab sekarang, ada mekanismenya yang konstitusional, yang baik, yang bijak, yang lebih komprehensif. Saya sekalipun termasuk ketua DPP, pimpinan partai, tidak bisa saya memutuskan. Yang memutuskan bukan saya, yang memutuskan forum yang dipimpin oleh Pak Prabowo dan Sandi, gitu ya, sebagai capres-cawapres dalam pilpres," jelasnya.

"Kemudian partai ada pimpinannya, ada Pak Prabowo, Pak Muzani, Pak Dasco, Pak Edhy, Pak Fadli, semualah. Banyak, sampai ke tingkat kabupaten/kota, pimpinan-pimpinan itu nanti yang akan memutuskan," lanjut Riza.


Sebelumnya, anggota Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo menaruh harapan terkait masa depan partai-partai yang mengusung Prabowo pada Pilpres 2019. Dradjad berharap Gerindra, PAN, dan PKS tetap menjadi oposisi.

"Setelah pertemuan Pak Jokowi-Mas Prabowo, saya berharap Gerindra, PAN, dan PKS tetap konsisten menjadi oposisi. Karena sebagai bangsa, kita perlu bersama-sama membangun demokrasi yang kuat dan sehat. Ini membutuhkan oposisi yang bisa menawarkan opsi-opsi kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat," jelas Dradjad.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera sepakat dengan pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang meminta parpol koalisi 02 tetap berada di barisan oposisi.

"Setuju dengan pernyataan Pak Amien. Sejak awal saya pribadi sudah menyatakan secara etika dan logika publik partai pendukung Prabowo menjadi #KamiOposisi," ujar Mardani saat dihubungi, Minggu (14/7).


Jokowi: Jadi Oposisi Itu Mulia, Asal Jangan Dendam!

Simak Video "Prabowo-Surya Paloh Bertemu Bikin Sejumlah Kesepakatan"
[Gambas:Video 20detik]

(azr/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com