detikNews
Minggu 14 Juli 2019, 11:19 WIB

Laporan Dari Auckland

Papua Minta Jadi Pintu Masuk Indonesia ke Kawasan Pasifik

Tsarina Maharani - detikNews
Papua Minta Jadi Pintu Masuk Indonesia ke Kawasan Pasifik Foto: Lukas Enembe (Wilpret-detik)
Auckland - Gubernur Papua Lukas Enembe meminta pemerintah menjadikan Papua sebagai satu-satunya pintu bagi Indonesia dan negara-negara Pasifik. Ia mengatakan pemerintah harus memaksimalkan peran Papua untuk mengakses kawasan Pasifik.

"Indonesia betul-betul harus beri kesempatan kepada Papua untuk membuka akses seluruhnya, akses custom, akses migrasi, semua harus diberi. Kalau tidak saya lakukan langsung. Saya punya rencana begitu," kata Lukas di sela gelaran Pacific Exposition 2019 di SkyCity Convention Center, Auckland, Selandia Baru, Minggu (14/7/2019).

Menurut Lukas, selama ini pemerintah tidak melibatkan Papua dalam hubungan Indonesia dengan negara Pasifik. Ia pun mencontohkan soal Australia yang mengekspor barang-barang ke negara kawasan Pasifik.




Padahal, kata Lukas, Australia mengekspor barang yang diproduksi Vietnam atau Thailand. Dia mengatakan Indonesia bisa melakukan hal serupa dengan mengirimkan produk-produk Papua.

"Jadi forum ekonomi seperti ini betul-betul bermanfaat bagi negara-negara di kawasan. Kita punya produk banyak, selama ini Australia drop kebutuhan-kebutuhan Pasifik, sesungguhnya dia belanja dari Thailand atau Vietnam. Kenapa tidak langsung dari Papua, dari Indonesia langsung ke wilayah Pasifik," ujarnya.

Lukas menyebut, jika pemerintah mengabaikan Papua, dia berencana mengakses kawasan Pasifik sendiri. Dia mengatakan akan bertemu Perdana Menteri (PM) Papua Nugini James Marape untuk membicarakan kerja sama Papua-Papua Nugini.

"Kita Papua sudah mendeklarasikan Papua satu-satunya pintu masuk masyarakat ekonomi ASEAN untuk wilayah Pasifik. Besok saya ke PNG ketemu perdana menteri untuk bicara ini," ucap Lukas.




Selain soal kerja sama dengan negara kawasan Pasifik, Lukas juga mengkritik pemerintah soal akses transportasi dari Papua ke negara-negara Pasifik. Lukas mencontohkan, tidak ada penerbangan langsung dari Papua menuju Australia atau Selandia Baru dan sebaliknya.

"Ini bukan satu kali kita bicara dengan presiden. Ini pemerintah Jakarta lambat selalu, kerja mereka lamban dan tidak serius. Tidak perlu bicara politik lagi, orang kerja seperti ini nggak bisa. Sudah minta berapa kali untuk buka akses baik darat, udara, laut udara. Semua harus dibuka," kata dia.

"Kita berharap dengan kegiatan ini akses laut, udara, dan darat harus dibuka pintunya dari Papua. Kita ke New Zealand atau Australia tidak perlu ke Jakarta atau Bali, jauh sekali. Cukup dari Timika atau Jayapura langsung," imbuh Lukas.

Simak Video "Wagub Papua Barat Minta Provokator di Surabaya Diproses Hukum"
[Gambas:Video 20detik]

(tsa/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com