detikNews
Sabtu 13 Juli 2019, 10:11 WIB

Sesalkan Pernikahan Bocah SD-SMP, KPAI: Alasan Cegah Zina Mengada-ada

Ibnu Hariyanto - detikNews
Sesalkan Pernikahan Bocah SD-SMP, KPAI: Alasan Cegah Zina Mengada-ada Foto: Thinkstock
Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan alasan pernikahan bocah SD dan SMP di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan karena menghindari perzinaan. KPAI menilai alasan itu mengada-ada.

"Ini kok menikahkan (anak) karena mencegah zina ini adalah kekeliruan dalam memaknai sebuah pernikahan. Kalau menikah karena ingin mencegah zina kan terlalu, kalau untuk kasus anak ini terlalu mengada-ada," kata Komisioner KPAI Retno Listyarti saat dihubungi, Jumat, (12/7/2019) malam.



Menurut Retno, mestinya sebagai orang tua cukup memberikan pengawasan bila ingin mencegah anak dari perzinaan bukan malah menikahkannya. Sebab, bagi Retno, pasangan layak melakukan pernikahan itu bila memang sudah matang secara psikologis, biologis hingga mental.

"Menikahkan bukan menghindari zina, seharusnya orang yang menikah itu memang sudah siap matang secara psikologis, biologis, mentalnya dia juga matang, secara dana mampu memiliki kemampuan untuk menghidup keluarga barunya kalau menikahn karena zina menurut saya pribadi seperti merendahkan ke sakralan pernikahan," sebutnya.

Retno mengatakan seorang anak yang menikah di usia dini akan kehilanggan hak-haknya, seperti hak pendidikan hingga hak kesehatan. Terlebih lagi, kasus penikahan bocah di Musi Banyuasin ini viral di media.

"Karena seorang anak menikah akan kehilangan haknya, apalagi ini viral kan saya khawatir dia kehilangan atas pendidikan karena walaupun penikahan ini tidak dicatatkan ke negara, saya lihat kan ini saya lihat dicatatkan atas dasar siri. lalu inikan viral, wajahnya kemana-mana, kemudian secara identitas terungkap nama desanya muncul, saya khawatir sekolah tidak memberi izin karena dianggap sudh menikah. Ini yang kekhawatiran pertama, yang satu lulus SD dan dan SMP harusnya karier pendidikannya masih sangat panjang, toh ini menikah viral," ucapnya.



Untuk itu, KPAI kata Retno akan melakukan koordinasi dengan dinas terkait di Pemda Sumatera Selatan terkait kasus penikahan bocah ini. KPAI juga meminta pemda serius melakukan pencegahan agar peristiwa pernikanan anak tak kembali terjadi.

"Kita biasanya koordinasi dengan Pemda, dinas terkait untuk pencegahan ke depan dan penanganan kasus ini. Memastikan apakah dia nikah tapi tetap tinggal di kedua orang tua masing-masing atau gimana? Kita akan koordinasi dengan dinas terkait memastikan anak-anak ini ke depan gimana, hak pendidikannya, kalau dia tinggal bersama bagaimana kemudian mencegah kehamilan di usia muda," kata Retno.



Tonton video KPU, Bawaslu, KPAI Sepakat Lindungi Anak Saat Masa Kampanye:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Pernikahan Anak di Bantaeng Sulsel Ditunda"
[Gambas:Video 20detik]

(ibh/nvl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com