detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 13:54 WIB

Pembuat Status 'Tak Pajang Foto Presiden' Minta Maaf, Proses Tetap Lanjut

Eva Safitri - detikNews
Pembuat Status Tak Pajang Foto Presiden Minta Maaf, Proses Tetap Lanjut Foto: Humas Polres Jakarta Utara
Jakarta - Guru les berinisial AF meminta maaf atas status 'tak usah pajang foto presiden'. Meski begitu, proses hukum terhadap AF tetap berlanjut.

"Jadi permintaan maaf itu 'kan tidak menghapus proses pidananya, jadi sama halnya dengan kita melakukan pidana terus kita melakukan ganti rugi itu tidak menghapus pidananya karena pidana kita yang dikejar adalah perbuatannya," jelas Kapolres Jakut Kombes Budhi Herdi Susianto kepada wartawan di Pantai Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/7/2019).

Budhi mengatakan, permintaan maaf hanya dapat meringankan tersangka di pengadilan nanti.

"Permintaan maaf yang disampaikan oleh tersangka ini tentunya dapat meringankan nanti dan menjadi pertimbangan hakim dalam menentukan hukumannya," sambungnya.

Lebih jauh, Budhi menyampaikan kondisi kesehatan AF yang sedikit terganggu. AF disebut sedikit down karena kasus tersebut.

"Kalau kita lihat kemarin 'kan tersangka itu sudah menyampaikan kepada kita semua bahwa tersangka menyesali dan meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas postingannya yang membuat resah membuat keonaran di masyarakat," imbuh Budhi.



"Kami melihat bahwa sebenarnya kondisi fisik atau mental dari tersangka ini sebenarnya sudah dalam kondisi down. Kami memantau kondisinya, walaupun dia di dalam tahanan bersama tahanan wanita yang lain tetap kami monitor," lanjut Budhi.

Budhi mengatakan sampai saat ini belum ada pihak keluarga AF yang meminta permohonan penangguhan. Meski begitu, jelasnya, keluarga AF kerap berdatangan ke tahanan untuk sekadar menjenguk.

"Sampai dengan saat ini keluarga memang sudah ada yang datang menjenguk, tersangka kemudian juga sudah. Tapi sampai detik ini belum ada kami terima permohonan penangguhan ataupun permintaan bantuan hukum yang lainnya. Sehingga kami masih sifatnya menerima apa yang disampaikan oleh pihak keluarga," jelasnya.

Sebelumnya kasus ini bermula saat AF memposting status di Facebook pada tanggal 26 Juni 2019. AF kemudian ditangkap di sebuah tempat les di kawasan Koja, Jakarta Utara, Selasa (9/7) lalu. Sejumlah barang bukti disita polisi dari penangkapan itu.

Kini AF telah ditahan dengan dikenakan pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 huruf a ayat 2 UU RI no 19 tahun 2016 sesuai perubahan UU RI no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik juncto pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 atau pasal 15 UU RI no 1 tahun 46 tentang peraturan hukum pidana atau pasal 160 KUHP atau pasal 207 KUHP.




Simak Video "Saksi Mata Cerita Detik-detik Bentrokan di Asrama Papua"
[Gambas:Video 20detik]

(mea/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed