detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 12:08 WIB

Sekjen PBNU Temui Ma'ruf Amin, Ini yang Dibahas

Adhi Indra P - detikNews
Sekjen PBNU Temui Maruf Amin, Ini yang Dibahas Sekjen PBNU Ahmad Helmy Faishal Zaini di Kediaman Ma'ruf Amin. (Adhi Indra/detikcom)
Jakarta - Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini menyambangi kediaman wapres terpilih Ma'ruf Amin. Helmy mengaku tidak membahas jatah menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf.

"Sama sekali nggak ada diskusi soal menteri. Diskusi soal, ya kita menyampaikan selamat kepada Pak Kiai Ma'ruf, setelah proses di Mahkamah Konstitusi, proses yang luar biasa melelahkan sekaligus pembelajaran demokrasi yang penting ya," kata Helmy di kediaman Ma'ruf, Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (12/7/2019).



Kepada Ma'ruf, Helmy menyampaikan rencana kegiatan Hari Santri yang akan diselenggarakan PBNU pada Oktober mendatang. Helmy berdiskusi panjang-lebar dengan Ma'ruf soal berbagai isu.

"Ada ya, diskusi. Kita akan menyelenggarakan Hari Santri, 22 Oktober nanti, menyampaikan ada beberapa acara persiapan Hari Santri. Termasuk ada penyelenggaraan rapat pleno yang akan diselenggarakan di pesantren di Purwakarta. Dan diskusi soal penguatan ideologi Pancasila menghadapi isu terrorism, radicalism yang selama ini mengemuka ya, terutama melalui social media. Jadi lebih ke diskusi santai," ujarnya.



Dalam kesempatan itu, Helmy juga menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan Jokowi-Ma'ruf dalam Pilpres 2019. Kemenangan ini, menurut Helmy, menjadi momentum untuk kembali merajut persatuan bangsa Indonesia.

"Kami juga mengapresiasi kepada Kiai Ma'ruf bahwa kemenangan ini adalah kemenangan semua pihak, terutama adalah kemenangan rakyat Indonesia. Jadi jangan ada yang merasa dikalahkan, kemudian menang. Pokoknya ini adalah jadi keluarga besar kembali, utuh, dan tantangan kita ke depan adalah bagaimana membangun Indonesia ini yang lebih adil, makmur, lebih sejahtera," imbuh Helmy.



Helmy juga menegaskan PBNU tak ingin cawe-cawe terkait penentuan menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf. PBNU berdoa kabinet Jokowi-Ma'ruf bisa memperkuat jalannya pemerintahan ke depan.

"Pokoknya ini, kita mendukunglah kepada presiden. Nanti kita memberikan sepenuhnya hak prerogatif kepada presiden untuk menyusun nama nama kabinet dan PBNU sifatnya ikut mengamini dan mendoakan saja, mudah-mudahan kabinet ini betul betul menjadi memperkuat pemerintahan ke depannya," kata Helmy.

Helmy juga menanggapi pertanyaan terkait pemulangan Habib Rizieq Syihab menjadi salah satu syarat rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo. Menurut Helmy, rekonsiliasi seharusnya diarahkan untuk meredam konflik selepas Pilpres 2019.

"Saya kira kalau rekonsiliasi, itu ditekannya menurut saya adalah bagaimana mengembalikan suasana keakraban, kekeluargaan, dan harmoni seluruh rakyat Indonesia, yang kita tahu kemarin pasca-pilpres itu, ya terpecah-pecah, terutama melalui social media. Saya kira kita semua mengalamilah, di grup-grup WhatsApp, apakah di RT, di RW, menimbulkan konflik-konflik yang harus disudahi. Jadi menurut saya, rekonsiliasi lebih kepada kembali membangun kebersamaan. Jadi tidak perlu ada syarat ini, syarat itu, karena yang paling penting adalah Indonesia kembali menjadi negara yang bersatu, kokoh, utuh, tidak lagi ada perpecahan," paparnya.

Simak Video "Sekjen PBNU Temui Ma'ruf Amin, Bahas Apa?"
[Gambas:Video 20detik]

(knv/fjp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed