detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 11:44 WIB

JK Sarankan Jatah Menteri Sesuai Kursi DPR, PDIP: Seperti Arahan Jokowi

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
JK Sarankan Jatah Menteri Sesuai Kursi DPR, PDIP: Seperti Arahan Jokowi Eva Kusuma Sundari (Foto: Pradito R Pertana/detikcom)
Jakarta - PDIP sepakat dengan saran Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar partai yang kursinya sedikit tak mendapat jatah menteri lebih banyak. PDIP menyebut saran JK sesuai dengan arahan Jokowi sebelumnya.

"Sepakat, ini sesuai arahan Jokowi sebelumnya bahwa logika pembagian menteri untuk parpol-parpol menggunakan logika proporsional," kata Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP Eva Kusuma Sundari kepada wartawan, Jumat (12/7/2019).



Jika pertimbangan menteri ditambahkan dengan etnis dan geografis sesuai saran JK, menurut Eva akan lebih baik. Namun, Eva mengusulkan penyusunan kabinet juga mempertimbangkan kapasitas gender.

"Saya sih lebih mengusulkan pertimbangan gender, karena dalam RPJMN maupun RPK pendekatan pembangunan (nawacita) mengintegrasikan keadilan gender (sesuai usulan Pak JK yaitu gender wilayah dan etnis) dan pemberdayaan perempuan," ujarnya.



Menurut Eva, Jokowi sebaiknya mengimplementasikan pendekatan keadilan gender dalam kabinetnya. Dengan begitu, Eva menilai pertumbuhan yang berkualitas bisa dicapai.

"Yang terakhir ini yang berdampak langsung pada SDGs dan sustainability. Jadi bagusnya Pak Jokowi mengimplementasikan secara konsisten pendekatan keadilan gender dan pemberdayaan perempuan, akuntabilitas, keberlanjutan, dengan mengangkat kabinet yang berimbang antara pria dan perempuan. Termasuk membuatnya berseling, jika menterinya laki, maka wakilnya perempuan, dan sebaliknya," jelas Eva.

"Ini yang dipraktikkan di Swedia, Chile, Kanada, dan lain-lain, sehingga pertumbuhan secara berkualitas dan berkelanjutan bisa dicapai," imbuhnya.



Sebelumnya, JK menyarankan Presiden Jokowi mempertimbangkan harmonisasi wilayah, suku, agama, dan politik dalam menyusun kabinet nantinya. JK juga menyarankan parpol yang kursinya sedikit tidak mendapat jatah lebih banyak.

"Jadi tidak saja asal partai, ndak. Harus ada harmonisasi, baik dari harmonisasi antarwilayah dan suku, agama, politik. Harmonsiasi dalam tingkat kemampuan, profesionalisme. Itulah baru bisa terjadi suatu yang dapat didukung semua pihak, didukung oleh seluruh rakyat," kata JK saat mengisi kuliah umum kepada peserta diklat Lemhannas di Istana Wakil Presiden, Kamis (11/7).


Berebut Kursi Menteri Jokowi:

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "JK: Bagi Teman-teman yang Melanjutkan Tugas, Selamat Bekerja!"
[Gambas:Video 20detik]

(azr/knv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com