detikNews
Jumat 12 Juli 2019, 10:33 WIB

Menteri LHK Sebut Udara Jakarta Tak Sehat untuk Bayi-Manula, Ini Kata Pemprov

Arief Ikhsanudin - detikNews
Menteri LHK Sebut Udara Jakarta Tak Sehat untuk Bayi-Manula, Ini Kata Pemprov Foto Ilustrasi (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Jakarta - Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta tidak membantah pernyataan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar soal udara Jakarta tidak sehat bagi bayi dan manula. Namun kondisi udara tak sehat itu disebut tidak terjadi sepanjang tahun.

Kepala Seksi Penanggulangan Pencemaran Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Agung Pujo Winarko, menilai kualitas udara Jakarta bagus selama musim hujan atau awal tahun. Namun polusi meningkat saat memasuki musim kemarau.

"Kemarin (musim hujan) bagi orang normal biasa saja, bagi bayi dan manula juga tidak ada masalah. Tapi ketika masuk ke musim kemarau dengan PM 2,5 yang meningkat, harus diantisipasi saja bagi mereka yang sensitif. Jadi tidak setiap hari harus yang dianggap setahun yang... nggak juga," ucap Agung saat dihubungi, Jumat (12/7/2019).


Menurut Agung, kelompok yang rentan, seperti bayi dan manula, perlu mempersiapkan diri. Saat ini, kualitas udara Jakarta sedang tidak begitu baik.

"Data kita punya, Januari, Februari, Maret, April, bagus. Menjelang musim kemarau sempat ada kenaikan, (meski) statusnya sudah turun kembali," ucap Agung.

"Kondisi seperti itulah mereka harus bersiap ekstra, tapi kalau (masyarakat) normal, mereka biasa aja. (Cuma kelompok) rentanlah," sambung Agung.


Hal yang bisa dilakukan kelompok rentan adalah mengurangi aktivitas di luar rumah sehingga tidak menambah risiko dari buruknya kualitas udara Jakarta.

"Kalau untuk aktivitas di luar jangan terlalu banyak. Kalau dia sensitif, diketahui secara medis sensitif terhadap kualitas udara jelek, dia mengurangi kegiatan di luar rumah, membatasi," ucap Agung.


Sebelumnya, Siti Nurbaya Bakar mengatakan kualitas udara di Jakarta masih dalam tahap sedang. Meski demikian, udara di Jakarta tak sehat untuk kategori bayi dan warga lanjut usia.

"Jika dibandingkan dengan standar WHO pada angka 25 μg/Nm3, maka kualitas udara Jakarta masuk kategori sedang," kata Siti dalam keterangan tertulis, Kamis (11/7).

"Bilamana menggunakan data gabungan AQMS KLHK dan pemerintah DKI Jakarta, maka kualitas udara Jakarta berada pada konsentrasi 39,04 μg/Nm3 atau pada kategori tidak sehat untuk kelompok sensitif, dalam hal ini bayi dan manula," jelas Siti.


Simak Video "Digugat Gegara Kualitas Udara, Anies Siapkan Alat Pengukur"

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Pagi Ini Jakarta Kota Kedua Terpolusi Sedunia"
[Gambas:Video 20detik]

(aik/gbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com