detikNews
2019/07/12 06:48:30 WIB

Round-Up

Beda Dubes dan Dahnil Soal 'Portal' Penghalang Habib Rizieq

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Beda Dubes dan Dahnil Soal Portal Penghalang Habib Rizieq Habib Rizieq (Foto: Hasan Al Habshy/detikcom)
Jakarta - 'Portal' penghalang kepulangan Habib Rizieq Syihab menjadi perdebatan. Dubes RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel dan eks Koordinator Jubir BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak memiliki pendapat yang berbeda terkait 'portal' penghalang itu.

Adanya 'portal' penghalang kepulangan Habib Rizieq itu mulanya diungkapkan oleh Dahnil. Dahnil mengatakan ada faktor x yang menyebabkan Imam Besar FPI itu tak bisa pulang ke Indonesia. Dahnil lantas menyebut bahwa hanya pemerintah yang bisa merobohkan 'portal' itu.

"Itu portal di tangan pemerintah, Habib itu nggak bisa keluar dari Arab Saudi, tentu itu ada.... Kita nggak tahu apa komunikasi pemerintah Indonesia dengan pemerintah Arab Saudi, itulah yang kita harapkan dibuka pemerintah Indonesia sehingga Habib bisa kembali ke sini, bisa kembali dengan umat berdakwah," kata Dahnil kala menanggapi pernyataan Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko yang meminta Habib Rizieq pulang sendiri ke Indonesia, Selasa (10/7).




Apa 'portal' penghalang itu kemudian dijawab oleh Agus Maftuh. Maftuh menjelaskan hal yang menghalangi kepulangan Habib Rizieq ke Indonesia adalah perkara overstay yang menjeratnya. Habib Rizieq diharuskan membayar denda untuk bisa pulang ke Indonesia.

"Pertama, karena overstay. Cara penyelesaian ya bayar denda overstay sekitar 15 sampai dengan 30 ribu Riyal. Rp 110 juta per orang," kata Maftuh saat dimintai konfirmasi detikcom, Rabu (10/7/2019).

Selain overstay, Maftuh mengatakan ada juga persoalan lain yang membuat seseorang di Saudi tidak bisa kembali ke negaranya. Hal itu berkaitan dengan persoalan hukum. Jadi, sekalipun ada WNI overstay yang sudah membayar denda, dia tidak bisa keluar dari Saudi seandainya memiliki persoalan hukum.

"Itu pun dengan catatan tidak ada masalah hukum, baik perdata maupun pidana, di Saudi," tutur Maftuh.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed