ADVERTISEMENT
detikNews
2019/07/12 06:17:20 WIB

Round-Up

Buntut Panjang Status 'Tak Usah Pajang Foto Presiden'

Tim detikcom - detikNews
Halaman 2 dari 2
Buntut Panjang Status Tak Usah Pajang Foto Presiden Guru Les di Koja Pembuat Status 'Tak Usah Pajang Foto Presiden' (Foto: Humas Polres Jakarta Utara)


AF pun meminta maaf karena status yang dibuatnya membuat masyarakat gaduh. AF mengaku membuat status tersebut tanpa pertimbangan yang matang.

"Saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat atas posting-an saya per tanggal 26 Juni 2019 yang membuat keresahan di masyarakat," kata AF di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara.

"Saya sangat menyesal, karena saya pun kaget dampaknya sampai seperti itu. Saya tidak ada niat sama sekali untuk menghasut atau mengajak orang melakukan sesuatu yang seperti disangkakan masyarakat," sambung dia.




AF mengatakan tidak berniat menyebarkan ujaran kebencian dan membuat keresahan di masyarakat. Dia juga menyesal tidak bijak dalam menggunakan media sosial.

"Saya tidak ada niat melempar ujaran kebencian sebagaimana pasal yang dikenakan kepada saya. Mungkin orang akan melihat posting-an saya, orang akan melihat seperti itu karena saya pun dikenakan pasal seperti itu. Saya tidak ada niat sama sekali," ujarnya.




Ia mengaku emosi saat membuat status berisi seruan agar tidak memajang foto presiden dan wakil presiden di sekolah. AF mengaku terbawa suasana setelah melihat sistem penerimaan peserta didik baru (PPDB) di DKI berjalan baik.

"Itu hanya, pada saat itu mungkin emosi sesaat ya. Saya juga baru melakukan pendaftaran anak saya, di mana saya melihat sistem PPDB di DKI menurut saya menganut sistem berasas keadilan yang baik sehingga mungkin judul di posting-an saya seperti itu. Jadi tidak ada niat sama sekali untuk membuat kericuhan atau apapun lainnya. Itu saja," kata AF.
(knv/dkp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed