detikNews
2019/07/11 22:03:44 WIB

Round-Up

Temuan Mengejutkan di Rumah Rey Utami-Pablo Benua

Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Halaman 2 dari 2
Temuan Mengejutkan di Rumah Rey Utami-Pablo Benua Rey Utami dan Pablo Benua (Lamhot Aritonang/detikcom)


Selain Galih, Fairuz melaporkan Rey dan Benua. Pasangan suami-istri itu juga diperiksa karena diduga menyebarkan konten asusila berkaitan pernyataan 'ikan asin' tersebut. Polisi sudah meningkatkan status kasus itu menjadi penyelidikan. Galih, Pablo, dan Rey Utami sudah ditetapkan tersangka dalam kasus itu.

Rey Utami dan Pablo Benua resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus ITE. Keduanya ditangkap setelah pemeriksaan pada Rabu (10/7) hingga Kamis (11/7) dini hari. Keduanya langsung diperiksa kembali sebagai tersangka.


Polisi menangkap Rey dan Benua karena keduanya menghilangkan barang bukti. Selama diperiksa, Rey dan Benua juga tidak kooperatif dengan penyidik.

"Kenapa kita lakukan penangkapan (terhadap Rey Utami dan Pablo Benua), karena itu menghilangkan barang bukti," kata Argo.

Di tengah kasus 'ikan asin', Benua juga harus berhadapan dengan kasus lain. Dia pernah dilaporkan terkait dugaan penipuan dan penggelapan mobil. Polisi memastikan kasus ini masih ditangani polisi.


"Polisi juga menerima laporan pada tanggal 26 Februari 2018 tentang penipuan dan penggelapan mobil dengan terlapor Pablo Benua," jelas Argo.

Secara terpisah, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Sapta Maulana mengatakan hal yang sama. Sapta mengungkapkan objek yang digelapkan adalah mobil kreditan.

Pablo Benua dilaporkan setelah diduga menggelapkan dua unit mobil, yakni Honda Jazz dan Honda HR-V. Alih-alih melunasi pembayaran cicilan mobil tersebut, Pablo diduga malah memindahtangankan mobil tersebut kepada orang lain atau dengan kata lain menggelapkan.


"Menurut pelapor, yang bersangkutan selaku debitur tidak bayar cicilan dan diduga unit dialihkan kepada orang lain," ujar Sapta.

Selain kasus 'ikan asin' dan kasus penipuan, Pablo pernah dilaporkan oleh seseorang ke Bareskrim Polri dalam kasus pemalsuan atau pencucian uang. Kasus itu hingga saat ini masih berjalan.

"Kemudian ada pelaporan di Mabes Polri dengan terlapor Pablo, dia pemalsuan dan pencucian uang itu masih dalam proses. Dilaporkan sekitar tahun 2017 di sana. Kita masih melakukan check and recheck di sana," kata Argo.

Argo tidak menjelaskan secara detail kasus-kasus yang tengah diselidiki polisi dengan terlapor Pablo selain kasus 'ikan asin'. Argo menegaskan semua kasus tersebut saat ini masih berjalan dan sedang dilakukan penyelidikan ataupun penyidikan.
(jbr/zak)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com