detikNews
2019/07/10 19:32:22 WIB

Round-Up

Cerita Kasasi 'Tanpa Komando' Prabowo-Sandi

Tim detikcom - detikNews
Halaman 1 dari 2
Cerita Kasasi Tanpa Komando Prabowo-Sandi Semringah Banget! Prabowo-Sandiaga Kompak Salam Komando. (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta - Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kembali menggugat soal Pemilu yang terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Ternyata usut punya usut, gugatan soal Pemilu yang kedua di MA ini tanpa 'komando' Prabowo-Sandiaga.

Gugatan Prabowo-Sandiaga yang pertama ditolak MK pada 26 Juni 2019. Gugatan Prabowo dinyatakan tidak diterima dengan alasan yang mengajukan gugatan bukanlah Prabowo Subianto, melainkan Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, sehingga tidak memiliki legal standing.



Pada saat itu, Prabowo meminta MA menganulir keputusan Bawaslu. Dalam Keputusan Bawaslu Nomor 01/LP/PP/ADM.TSM/RI/00.00/V/2019 tertanggal 15 Mei 2019, Bawaslu menyatakan laporan dugaan pelanggaran administrasi Pemilu terstruktur, sistematis, dan masif tidak dapat diterima.

Gugatan Prabowo yang pertama di MA juga ditolak lantaran pihak yang digugat salah alamat. Seharusnya yang digugat KPU, bukan Bawaslu. Dalam pokok perkara, MA menyatakan berdasarkan Peraturan Mahkamah Agung (Perma) Nomor 4/2017, objek permohonan Pelanggaran Administrasi Pemilihan Umum adalah keputusan KPU. Sehingga objek gugatan keputusan Bawaslu tidak memenuhi kualifikasi objek sengketa Pelanggaran Administrasi Pemilihan Umum.



Meski gugatan pertama sempat ditolak, Prabowo-Sandiaga kembali maju ke MA. Prabowo kembali ajukan kasasi.

Berdasarkan website MA yang dikutip detikcom, Rabu (10/7/2019), gugatan melawan Bawaslu itu bernomor 2 P/PAP/2019. Ada lima hakim yang diturunkan MA untuk menghadapi kasasi kedua Prabowo. MA menurunkan lima hakim agung yang diketuai hakim agung Supandi, dan anggotanya adalah Yodi Martono Wahyunadi, Yosran, Is Sudaryono, dan Irfan Fachruddin.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed