detikNews
Rabu 10 Juli 2019, 15:05 WIB

Kemendikbud akan Latih 1.000 Guru untuk Tanamkan Nilai Pancasila

Rolando - detikNews
Kemendikbud akan Latih 1.000 Guru untuk Tanamkan Nilai Pancasila Jumpa pers soal penyempurnaan pelajaran Kewarganegaraan (Rolando-detikcom)
Jakarta - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan program penanaman nilai Pancasila untuk menyempurnakan mata pelajaran Kewarganegaraan.

"Terkait (pelajaran nilai) Pancasila, ini menjadi hidden kurikulum. Jadi artinya belajar Matematika juga belajar Pancasila, kejujuran. Kemudian belajar bersama komunikasi, itu kan gotong royong," ujar Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Pendidikan, Supriano dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (10/7/2019).

'Kurikulum' ini akan diberikan kepada para guru melalui pelatihan. Pendekatan nilai Pancasila dalam mata pelajaran nantinya akan berupa praktik langsung.




"Ini lah yang dimasukkan ke dalam pelatihan para guru. Itu yang sekarang nanti guru kita latih pendekatan Pancasila ini bukan hanya mendengarkan saja, tapi praktik langsung," kata Supriano.

Sekitar 1.000 guru dari perwakilan tiap kabupaten/kota di Indonesia akan dilatih untuk penanaman nilai-nilai Pancasila kepada siswa.

"Ini nanti besok mulai tanggal 15 Juli ini kita melatih 1.028 guru kita siapkan latih di Jakarta. Minimal sementara ini, untuk sementara untuk satu kabupaten/kota 1 guru. Berarti ada 514 guru SD akan kita panggil. Kemudian juga ada 514 guru SMP. Artinya kita langsung action," sebut Supriano.

Bentuk pelatihan terhadap para guru menurutnya juga langsung praktik bersifat ceramah, namun ada praktik-praktik nilai Pancasila.

"Ini nanti arah pelatihannya praktik-praktik nilai-nilai Pancasila bukan hanya disampaikan dengan ceramah, tapi lebih banyak ke action. Melalui program penguatan kompetensi," imbuh Supriano.

Sementara itu, Kepala Balitbang Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan banyak praktik penyampaian nilai Pancasila yang sebatas pengetahuan. Namun nilai itu tidak dipraktikan sebagai sebuah sikap.

"Sedangkan Pancasila tidak berhenti di pengetahuan," katanya.

Simak Video "ART Jakarta 2019 Digelar, Kemendikbud Berharap Ada Market yang Terbangun"
[Gambas:Video 20detik]

(fdn/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com