detikNews
Selasa 09 Juli 2019, 18:38 WIB

Apel Siaga Karhutla, BNPB Siap Beri Bantuan Secara Maksimal ke Sumsel

Raja Adil Siregar - detikNews
Apel Siaga Karhutla, BNPB Siap Beri Bantuan Secara Maksimal ke Sumsel Kepala BNPB Letjen TNI Doni Monardo dalam apel siaga karhutla bersama Pemprov Sumsel (Raja Adil Siregar/detikcom)
Palembang - Pemprov Sumatera Selatan serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar apel siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Apel digelar untuk mengantisipasi terjadinya karhutla di musim kemarau tahun 2019.

Apel siaga karhutla digelar di halaman Griya Agung, Palembang, yang dihadiri ratusan prajurit TNI, Polri, BPBD, hingga seluruh instansi terkait. Perusahaan yang punya lahan konsesi di daerah rawan juga turut ikut apel.

"Puncak musim kemarau mulai masuk Agustus ini. Oleh karena itu semua kita libatkan dan nanti apa yang dibutuhkan daerah pasti kita bantu," terang Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Munardo, Selasa (8/7/2019).


Dikatakan Doni, selain pemadaman, tim gabungan di lapangan sebanyak 1.512 personel bakal melakukan edukasi pada masyarakat. Salah satunya dengan tidak melakukan pembakaran lahan jika ingin membuka lahan.

Edukasi dilakukan karena apabila lahan terbakar sangat sulit untuk dipadamkan. Minimnya air disebut Doni menjadi salah satu kendala pemadaman di lapangan.

"Kita akan terus edukasi dan pendekatan kepada masyarakat. Upaya ini akan kami lakukan maksimal mungkin. Pengalaman sebelumnya, kalau lahan sudah terbakar, sulit untuk dipadamkan. Apalagi di lahan gambut yang kedalamanya mencapai 20-30 meter, sulit air," katanya.


Setelah lahan terbakar dan sulit untuk dipadamkan, dampak lingkungan pun akan mulai mucul. Mulai dari dampak kesehatan, kabut asap sampai kepada terganggunya penerbangan.

Foto: Raja Adil Siregar/detikcom

Pada pencegahan dan penanggulangan karhutla, selain personel ada pula 4 unit helikopter water bombing yang siaga di Lanud Sri Mulyono Herlambang. Heli ini baru melakukan pemadaman jika lahan terbakar terus meluas.

"Heli BNBP sudah disiagakan sebanyak 4 unit. Jadi perlu saya jelaskan bahwa dari laporan 99% karena manusia. Ini sengaja dibakar, tapi ada juga karena dibayar dan ini yang kita harus cegah," kata Doni.


Adapun lima provinsi yang siaga karhutla yakni Sumsel, Riau, Kalbar, Jambi, Kalsel, dan Kalteng. Kelima daerah ini dianggap rawan dan siaga karena kerap kali terjadi kebakaran saat musim kemarau.

Sementara itu, Managing Director Sinar Mas Saleh Husin menyebut partisipasi APP Sinar Mas pada apel siaga karhutla menegaskan komitmen perusahaan dan seluruh mitra pemasoknya untuk mendukung pemerintah provinsi maupun pusat dalam pencegahan karhutla tahun ini.

"Kami yakin dengan persiapan yang lebih matang dan juga kolaborasi yang solid dari sektor swasta, pemerintah, TNI-Polri, maupun masyarakat mampu menjaga hutan Indonesia dari bencana karhutla," kata Saleh Husin.

Pada kesempatan yang sama, GM Fire Management APP Sinar Mas Sujica Lusaka mengatakan untuk menghadapi musim kemarau 2019, perusahaan kembali mengandalkan sistem penanggulangan kebakaran hutan secara terintegrasi (Integrated Fire Management atau IFM) yang meliputi empat strategi utama yaitu pencegahan, persiapan, deteksi dini, dan respons cepat.


"Dalam tiga pilar terakhir, kami mengoptimalkan berbagai fasilitas, di antaranya helikopter water bombing, peningkatan kapasitas tim pemadam kebakaran, dan penerapan Sistem Komando Bencana (Incident Command System). APP Sinar Mas juga telah membangun kemampuan deteksi dini, yang mampu mengidentifikasi kebakaran lebih dini," terang Sujica.

Sementara untuk aspek pencegahan di antaranya dilakukan melalui sosialisasi dan pembinaan terhadap masyarakat di sekitar area konsesi perusahaan. Melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA), diyakini dapat mempersempit potensi terjadinya kebakaran.

Program (DMPA) juga bertujuan untuk mengedukasi dan meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat di sekitar area konsesi, sehingga mereka bisa sejahtera secara sosial-ekonomi melalui praktik yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan.

Simak Video "BNPB Curhat Sulitnya Atasi Karhutla di Beberapa Wilayah Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]

(ras/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com