detikNews
Minggu 07 Juli 2019, 14:07 WIB

Cerita Takmir Masjid Jogokariyan Ajak Salat Berjemaah dengan Hadiah

Adhi Indra Prasetya - detikNews
Cerita Takmir Masjid Jogokariyan Ajak Salat Berjemaah dengan Hadiah Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir (Foto: Adhi Indra Prasetya/detikcom)
Jakarta - Ketua Dewan Syuro Takmir Masjid Jogokariyan Ustaz Muhammad Jazir bercerita tentang perjuangannya mengajak warga di sekitar masjid untuk salat berjemaah. Namun salah satu trik Jazir untuk mengajak warga salat berjemaah mendapat kritikan. Lo kenapa?

Rupanya Jazir menawarkan makanan, minuman, hingga hadiah bagi warga yang salat berjemaah di Masjid Jogokariyan. Namun Jazir memiliki alasan atas tindakannya itu.

"Saya pernah dikritik, 'Ustaz, ini salat kok berhadiah? Gimana kalau orang itu salatnya terpaksa'," ucap Jazir di dalam Konferensi Masjid se-Jabodetabek di Masjid Ar-Royan, Jalan Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu (7/7/2019).


"Saya jawab, 'Mohon maaf Pak, insyaallah terpaksa masuk surga itu lebih enak daripada ikhlas masuk neraka'," imbuh Jazir.

Sontak ucapan Jazir itu memancing tawa. Jazir memang sengaja dihadirkan untuk memberikan materi dalam kegiatan yang diikuti anggota dari Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di wilayah Jabodetabek.

Jazir menyampaikan agar para anggota DKM harus melayani para jemaah masjid dengan maksimal. Upaya untuk memakmurkan masjid itu disebut Jazir bisa dengan berbagai cara.

"Kita kunjungi rumah-rumah mereka yang belum salat, kita tawarkan pelayanan, kalau Bapak-Ibu ingin belajar salat dengan baik, silakan menentukan waktunya kapan, nanti kami akan datang ke rumah, nggak perlu malu dan gratis. Ternyata responsnya positif," ujar Jazir.

"Mereka bilang sudah lama ingin salat, tapi nggak tahu di mana tempat belajar salat. Ada jadwal pengajian dan sebagainya di masjid, tapi mereka tidak pernah lihat jadwal belajar salat. Mereka melihat koran, ada iklan kursus tari ada, kursus piano, tapi nggak ada les yang mengajarkan salat," sambungnya.

Cara-cara itu yang diterapkan Jazir dalam mengelola Masjid Jogokariyan. Program yang dilakukan Masjid Jogokariyan secara bertahap membuahkan hasil. Warga sekitar masjid kembali banyak yang salat berjemaah di masjid.

"Jumlah warga muslim di Kampung Jogokariyan itu 2.973 orang di tahun 2000, terdiri atas 907 KK. Kemudian yang sudah wajib mengerjakan salat 1.839 orang, tapi yang belum salat 816 orang. Alhamdulillah masjid punya program ini (mengajar salat). Kami jalankan 5 tahun, tahun 2005 tinggal 315 yang belum salat, tahun 2009 tinggal 27, tahun 2011 tinggal 6 orang," ujar Jazir.

Langkah lain yang dilakukan adalah membuat para anggota jemaah merasa nyaman dan aman untuk selalu datang ke masjid. Ia menyebut, jika ada jemaah yang kehilangan barang, takmir masjid akan menggantinya.

"Dan kalau sandal, sepeda motor, sepatu jemaah hilang, kami ganti baru dengan merek yang sama. Takmir tanggung jawab. Maka ada ikhtiar untuk menjaga, menyiapkan sekuriti, memasang CCTV. Jadi kita harus aktif," ujar Jazir.


Jazir pun mengingatkan para anggota DKM agar bekerja dengan maksimal dalam membuat pelayanan masjid makin lebih baik. Ia menyebut DKM merupakan pelayan masjid, bukan penguasa masjid.

"DKM adalah pelayan jemaah masjid, bukan penguasa masjid karena masjid milik Allah. DKM melayani tamu tamu Allah. DKM harus melayani jemaah dengan baik. Insyaallah kita melayani dengan baik, Allah akan menggaji kita dengan yang baik, karena Allah yang punya masjid," sebut Jazir.

"DKM harus fokus pada pelayanan. Harus melayani ibadahnya jemaah, cari imam yang bagus, supaya makmum sejuk, khusyuk salatnya," pungkasnya.

Simak Video "Tersangka RF: Sosok 'Habib' Ikut Pukul dan Tendang Ninoy Karundeng"
[Gambas:Video 20detik]

(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com