detikNews
Sabtu 06 Juli 2019, 15:31 WIB

Golkar Nilai Rekonsiliasi Salah Kaprah Jika Dikaitkan Kepulangan Habib Rizieq

Faiq Hidayat - detikNews
Golkar Nilai Rekonsiliasi Salah Kaprah Jika Dikaitkan Kepulangan Habib Rizieq Ace Hasan (Zakia Liland Fajriani/detikcom)
Jakarta - Mantan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengaitkan rencana rekonsiliasi Joko Widodo (Jokowi)-Prabowo dengan kepulangan imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Golkar menilai Dahnil salah kaprah soal rekonsiliasi politik.

"Kalau rekonsiliasi politik dipahami dengan maksud untuk negosiasi kasus hukum, semakin salah kaprah. Kita ini negara hukum, hukum itu harus ditegakkan kepada siapa saja, tak terkecuali," kata Ace Hasan kepada wartawan, Sabtu (6/7/2019).

Ace mengatakan, jika Habib Rizieq tidak bermasalah dengan hukum, sepatutnya ia pulang saja ke Indonesia. Ace juga menyebut Habib Rizieq, yang kini berada di Arab Saudi, bisa kembali kapan saja ke Tanah Air.



"Kalau Rizieq Syihab mau pulang ya pulang saja. Kalau dia tidak merasa bersalah secara hukum, hadapi saja dengan pulang ke Tanah Air. Tidak perlu diistimewakan segala. Katanya equality before the law," ucap Ace.

"Kalau persoalan hukum, kita harus pisahkan dengan politik. Proses hukum biarlah menjadi ranah hukum jangan diintervensi persoalan politik," sambungnya.

Selain itu, Ace mengatakan Jokowi sudah berulang kali menyampaikan sangat terbuka bertemu dengan Ketum Gerindra Prabowo Subianto. Namun, waktu pertemuan keduanya menunggu momen yang tepat.

"Ajakan pertemuan itu kan sudah disampaikan Pak Jokowi. Soal kapan waktunya, pada saatnya akan ada pertemuan dalam momen yang tepat," tutur Ace.

Lebih lanjut, Ace mengaku tidak setuju jika rekonsiliasi terjadi karena adanya pembagian kursi menteri pada kabinet mendatang. Dia mengatakan rekonsiliasi ditujukan untuk menjaga situasi politik di Indonesia pascapemilu.

"Dengan silaturahmi itu akan menunjukkan kepada masyarakat bahwa kita sebagai bangsa kembali menyatu. Dibutuhkan suasana yang kondusif untuk menjaga situasi politik Indonesia," kata dia.


Sukmo HarsonoSukmo Harsono (Foto: Dok. Istimewa)


Selain itu, Ketua Bidang Pemenangan Partai Bulan Bintang Sukmo Harsono menganggap pembahasan rekonsiliasi semakin bias karena mengaitkan pemulangan Habib Rizieq. Sukmo tidak ingin rekonsiliasi dilakukan untuk tawar-menawar kasus hukum.

"Antara Pak Jokowi dan Pak Prabowo ditegaskan berkali-kali tidak ada hal khusus yang menjadi faktor harus rekonsiliasi karena keduanya adalah sahabat baik. Just matter off time untuk bersama-sama kembali membahas masalah bangsa, jadi jangan dibuat bergaining, apalagi jika itu terkait kasus hukum di republik ini," jelas Sukmo.

Selain itu, Sukmo mengatakan Jokowi tidak pernah ada masalah dengan ulama, termasuk Habib Rizieq. Jokowi disebutnya tidak akan ikut campur dalam kasus hukum.

"Pak Jokowi tidak ada masalah dengan ulama mana pun, termasuk Habib Rizieq Syihab, tetapi bukan berarti beliau ikut campur jika ada kasus hukum. Yang paling utama sekarang ini masyarakat harus kembali bersatu dalam kerakyatan membangun bangsa dengan kepemimpinan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin," tutur Sukmo.

Sebelumnya, Dahnil melemparkan wacana rekonsiliasi Jokowi dan Prabowo dimanfaatkan untuk membawa pulang Habib Rizieq. "Ini pandangan pribadi saya, bila narasi rekonsiliasi politik mau digunakan, agaknya yang paling tepat beri kesempatan kepada HABIB RIZIEQ kembali ke Indonesia," tulis Dahnil dalam akun Twitter-nya, Jumat (5/7).

Wacana yang disampaikan Dahnil itu didukung oleh PA 212. FPI sendiri mengatakan bakal berkomunikasi dengan Habib Rizieq terkait wacana yang disampaikan Dahnil tersebut.

"Itu hak Pak Dahnil, tapi kan yang bersentuhan langsung Habib Rizieq. Akan konfirmasi dulu," kata Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Prawiro, Jumat (5/7).


Pulangkan Habib Rizieq Jadi Syarat Rekonsiliasi, PDIP: Aneh!

Simak Video "Prabowo Punya Jubir, Sandiaga: Dahnil Mengerti Perjuangannya"
[Gambas:Video 20detik]

(fai/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed