detikNews
Sabtu 06 Juli 2019, 12:16 WIB

Seleksi Berkas hingga Jam 2 Pagi, Pansel Pastikan Ada Capim KPK yang 'Gugur'

Haris Fadhil - detikNews
Seleksi Berkas hingga Jam 2 Pagi, Pansel Pastikan Ada Capim KPK yang Gugur Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih (Rengga Sancaya/detikcom)
Jakarta - Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK mulai menyeleksi berkas para pendaftar capim KPK hingga pukul 02.00 WIB, dini hari tadi. Pansel memastikan ada capim KPK yang 'gugur' jika dilihat dari berkas-berkas yang sudah diperiksa.

"Kita tadi malam kerja sampai jam 2 pagi menyeleksi. Masih dalam proses, pasti adalah yang gugur. Pasti ada yang gugur. Tadi sampai jam 2 pagi kita kerja, (jumlahnya) belum tahu ya. Kita masih perdalam terus. Kita sedang bekerja padamu negeri, sampai jam 2 pagi," kata Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih, Sabtu (6/7/2019).



Yenti meminta semua pihak memberikan waktu kepada pansel untuk bekerja. Dia mengatakan seleksi administrasi juga menghadapi sejumlah kendala, terutama dari pendaftar yang mengirimkan berkas lewat e-mail, sehingga memerlukan waktu untuk melakukan pengecekan secara detail.

"Yang melalui e-mail- e-mail itu kan nggak gampang. Kadang-kadang ada nama dobel, tidak bisa masuk, IT bermasalah gitu kan, server bermasalah. Ada komplain mereka memasukkannya kemarin siang, tapi baru masuk sehari setelah batas malamnya. Saya langsung mengecek, bersama ahli IT bagaimana apakah memang benar mereka memasukkan memang jam sekian," ucapnya.

Yenti menyebut berbagai kendala bakal menjadi bahan evaluasi bagi pansel. Tapi dia menegaskan tak ada toleransi bagi para pendaftar yang berkasnya dinyatakan tidak lengkap untuk melengkapi berkasnya.

"Itu tidak bisa, sebenarnya kita tidak ada toleransi gitu ya. Karena kita sudah beri tahu kepada mereka itu sebelum penutupan kita bilang ininya kurang, misalnya materainya, kita mengimbaunya sebelum penutupan karena mungkin terburu-buru. Kita ingin meningkatkan disiplin bangsa ya. Jadi misalnya sudah cukup ya kita tidak akan perpanjang ya. Ini kebiasaan buruk ya, misalnya sudah diatur undang-undang 14 hari terus kita tiba-tiba memperpanjang, terus masyarakat berpikir nanti juga diperpanjang, ya bagaimana kita menegakkan aturan dengan baik jika diawali dengan asumsi yang sebetulnya membiarkan masyarakat tidak disiplin," jelasnya.

Anggota Pansel Capim KPK Hendardi juga mengatakan belum ada data pasti soal jumlah yang gugur. Namun dia menilai belum terlalu banyak jumlah yang gugur jika dilihat dari sisi administratif.



"Belum ada data fix. Semalam sampai tengah malam Pansel kerja. Itu kan satu per satu hampir 400 orang yang diteliti. Tapi jika seleksi administratif belum terlalu banyaklah yang gugur," ucap Hendardi.

Pendaftaran capim KPK sendiri resmi ditutup pada Kamis (4/7). Total pendaftar capim KPK berjumlah 384 orang, dengan berbagai latar belakang, termasuk tiga pimpinan KPK saat ini, Laode M Syarif, Alexander Marwata, dan Basaria Pandjaitan.

Pansel sendiri menargetkan nama-nama capim KPK yang lolos proses seleksi administrasi bisa diumumkan pada 11 Jul 2019. Setelah itu, para capim KPK yang lolos seleksi administrasi bakal mengikuti uji kompetensi, profile assessment, tes wawancara, dan kesehatan hingga nantinya Pansel memilih 10 kandidat pimpinan KPK yang akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada September 2019 untuk kemudian dilanjutkan ke tahap fit and proper test oleh DPR.


Simak Video 'Menakar Calon Penggawa KPK':

[Gambas:Video 20detik]



Simak Video "Seleksi Capim KPK, Pansel Dengar Masukan Pimpinan KPK"
[Gambas:Video 20detik]

(haf/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com